© Attention :
“ Demi Kenyamanan Pengunjung kami rekomendasikan menggunakan
Browser Chrome, Terima Kasih . . . . .”

BIMBINGAN KONSELING DAN PENDIDIKAN RELIGIUS

I.        Latar Belakang Masalah
Islam memandang bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting terutama dalam kaitannya untuk memahami, mengolah, memanfaatkan dan mensyukuri nikmat Allah. SWT. Pendidikan dan ilmu pengetahuan merupakan cahaya bagi kehidupan manusia sehingga perilaku manusia dapat membedakan mana yang bathil dan mana yang tidak, mana yang haram dan mana yang halal. Sebab salah satu kondisi yang memungkinkan manusia menjadi takwa dan beriman adalah kemauan (manusia) berpikir yang bisa dicapai dan ditindaklanjuti dari pendidikan.
Tentang  visi pendidikan islam, Abdur Rahman sebagaimana dikutip oleh edy  Purwo Saputro memaparkan bahwa pendidikan harus menngandung komponen penting yaitu : ragawi (jasmaniah), akal (aqliyah), dan spiritual (ruhiyah), jika ketiga komponen  tersebut dapat mengkristal dalam diri peserta didik maka akan terbentuk pribadi yang utuh, baik dalam wujud interaksi dalam dirinya sendiri maupun dengan lingkungannya.[1]
Pendidikan islam bertujuan untuk membantu peserta didik mencapai kemampuan fisik, mengembangkan intelegensia, menyajikan fakta-fakta yang releven dan memadai untuk meningkatkan semangat sikap moralitas islami-qur’ani. Semangat moralitas islami yang berqur’ani menandaskan bahwa intelektual muslim  pada dasarnya adalah penafsir dari kandungan  alqur’an sebagai wahyu yang paling lengkap bagi umat manusia sebagai bentuk  kitab suci yang tidak hanya kisah umat masa lalu, sekarang dan masa depan tapi juga membenarkan wahyu-wahyu terdahulu.
Manusia pada dasarnya memiliki naluri religius, yaitu naluri untuk berkepercayaan atau memiliki kecenderungan beriabadah kepada Tuhan. Dalam tinjauan yang lebih luas naluri itu tidak dimonopoli  oleh suatu kelompok tertentu. Naluri religius itu muncul berbarengan dengan hasrat manusia memperoleh kejelesan tentang hidup ini. Karena itu, setiap pribadi cenderung untuk mencari dan menemukan “pusat hidup”, oleh sebab itu manusia sering disebut “mahluk Pencari makna hidup”.
Menurut Dr. Nurcholis Madjid, sumber - sumber makna hidup pada intinya ada tiga. Pertama, nilai - nilai kreatif, sebagai contohnya seperti bekerja dan berkarya, baik secara individu atau melibatkan diri dalam harmoni sosial (bhakti sosial) misalnya, partisipasi ikut memberantas kebodohan dan keterbelakangan dan sebagainya; kedua, nilai - nilai penghayatan yakni meyakini kebenaran keimanan, serta nilai - nilai yang dianggap berharga. Misalnya dalam sholat kita tidak sekedar berdialog dengan Allah  melainkan bagaimana menghadirkan Allah dalam sholat, lebih - lebih Allah hadir dalam semua aktifitas kita; ketiga, nilai - nilai bersikap yakni menerima dengan tabah dan mengambil sikap yang tepat terhadap penderitaan. Misalnya dalam hal ini Nurcholis mengambil contoh Nabi Ibrahim yang diperintah Allah SWT untuk menyembelih anaknya. Pada akhirnya Nabi Ibrahim menemukan penghayatan makna hidup sejati, bahwa anak bukan segala-galanya. Karena yang diharapkan hanyalah ridha Allah dan disertai dengan sikap tabah.[2]
Hidup manusia adalah bermakna dan makna terakhir hidup itu adalah kembali kepada kebenaran, jalan Ilahiyah. Hanya dengan jalan mengikuti petunjuk-Nya itulah tempat tujuan hidup kita.
Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya . kesadaran ini akan membimbing manusia ke arah jalan hidup yang benar  di dunia ini, khususnya dalam berhubungan dengan  manusia yang merupakan manifestasi dari dimensi keimanan dan ketakwaan personal dan kesalehan sosial.
Pembentukan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT menjadi tolok ukur pertama dan utama dalam pengelolaan pendidikan Islam. Sekolah merupakan tempat bagi anak didik untuk belajar bermasyarakat, agar dapat berfungsi dan mampu mengaktualkan diri sebagai hamba Allah sekaligus khalifah-Nya di bumi. Sekolah bertujuan membentuk manusia beriman, berilmu dan trampil serta bersemangat dalam beramal, sehingga tercipta masyarakat yang terhormat di dunia dan selamat di akhirat. Sekolah juga bertujuan membantu terbentuknya manusia yang kreatif dan bertanggung  jawab kepada Allah SWT.[3]
Nuansa pendidikan yang spiritualis tersebut menyadarkan kita  tentang pentingnya konsep At-Tarbiyyah Ar-Ruuhiyyah (pendidikan ruhani), untuk dirumuskan dan diimplementasikan dalam pendidikan Islam. Dengan pendidikan ruhani dharapkan muncul suatu kemampuan spiritual intelligence (kecerdasan spiritual) dalam diri peserta didik. Dengan kepemilikan spiritual intelligence yang memadai, maka peserta didik akan dapat mengendalikan dirinya dan mengembangkan segala peristiwa yang dialaminya kepada pemegang otoritas nilai tertinggi, yakni Allah SWT.
Sejalan dengan urgensi pendidikan Ruhani tersebut, Dr. Utsman Abdul Mu’is Ruslan, menemukan tiga alasan yang mendorong gerakan Islam Ikhwanul muslimin, menyelenggarakan pendidikan ruhani: pertama, menurut Ikhwanul Muslimin manusia memiliki dimensi spiritual, dan ruh (jiwa) itulah yang mencerminkan eksistensinya yang hakiki. Dengan ruh itu, ia layak disebut manusia; kedua, mereka meyakini bahwa umat ini tidak akan bangkit kembali tanpa kebangkitan spiritualnya. Menurut mereka, tidak ada yang bisa melawan gelombang materialisme yang memporakporandakan Mesir kala itu, selain pendidikan ruhani (tarbiyah ruhiyah) ; ketiga, mereka meyakini bahwa aspek - aspek keimanan  dan keislaman tidak akan hidup dalam diri seseorang, jika tidak ada hubungan spiritual yang mendalam antara dirinya dengan Allah swt.  [4]
Pendapat senada juga disampaikan oleh Dr. Ali Abdul Halim Mahmud, bahwa pendidikan ruhani merupakan pilar utama dari pendidikan Islam, karena ruhani merupakan  tolak ukur kebaikan dan keburukan serta spirit manusia, jika ruhaniahnya baik maka semua dimensi yang lain (akal dan tubuh) akan baik. Lebih lanjut lagi beliau juga mengatakan bahwa pendidikan ruhani merupakan salah satu pilar kebangkitan umat Islam. Serta di tengah kegelisahan dalam meluruskan bentuk dan sistem pendidikan ia menjadi kebutuhan yang mendesak dan vital dalam kehidupan umat Islam saat ini.[5] 
Dengan perspektif - perspektif di atas, peneliti merasa terpanggil untuk mengkaji secara mendalam persoalan - persoalan yang berhubungan dengan pendidikan ruhani kaitannya dalam konseling Islam dalam bentuk skripsi yang berjudul “PENDIDIKAN RUHANI IMPLIKASINYA DALAM KONSELING PENDIDIKAN ISLAM”, semoga penelitian ini dapat memberi sumbangan berarti bagi kemaslahatan umat  Islam...
II.     Alasan Pemilihan Judul
Penelitian skripsi yang berjudul, “PENDIDIKAN RUHANI IMPLIKASINYA DALAM KONSELING PENDIDIKAN ISLAM”,  ide tersebut muncul didorong oleh pertimbangan dan alasan -alasan sebagai berikut:
1.       Pendidikan ruhani merupakan satu pilar penting dalam pendidikan Islam, apabila ruhaniahnya baik, maka seluruh dimensi yang lain (akal, tubuh) menjadi baik, sebaliknya bila ruhaniahnya jelek, maka seluruh dimensi yang ada dalam diri manusia akan ikut menjadi jelek.
2.       Penelitian tentang konsep pendidikan ruhani kaitannya dengan konseling pendidikan Islam mempunyai relevansi dengan pemecahan problematika umat Islam di era modern. Relevansi itu berkenaan dengan kondisi umat Islam yang terdera budaya barat dengan budayanya yang materialistic. Suatu sikap yang mengukur segala sesuatu secara materi. Dalam kaitan ini Islam mengajarkan bahwa pribadi seorang muslim ditentukan oleh derajat ketaqwaannya, bukan dilihat dari kepemilikan barang - barang yang bersifat material.
3.       Masih minimnya riset tentang konsep pendidikan ruhani kaitannya dengan konseling pendidikan Islam. Padahal pendidikan ruhani memilikki peran sentral dalam meningkatkan dan mengembangan seluruh potensi yang dimiliki oleh manusia.
III.  Penegasan judul
Untuk menghindari kekacauan kajian dan pemahaman judul skripsi di atas,  maka penulis perlu menjelaskan  istilah - istilah kuncinya saja, sebagai berikut :
1.      Pendidikan ruhani
Pendidikan ruhani adalah suatu usaha untuk memperkuat hubungan antara ruhani[6] manusia dengan Alah swt melalui jalan menyembah dan merendahkan diri kepada-Nya serta taat dan tunduk kepada syari’at Islam,[7] untuk mencapai kesempurnaan Insani yang bermuara pada pendekatan diri kepada Allah, dan kesempurnaan insan yang bermuara pada kebahagiaan di dunia dan akhirat.[8]


2.      Implikasi
Menurut WJS. Poerwadarminta, implikasi artinya  keterlibatan.[9]
3.      Konseling pendidikan Islam
Konseling pendidikan Islam  adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar menyadari kembali akan eksistensinya sebagai mahluk Allah yang seharusnya hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah, sehingga dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.[10]
Jadi tegasnya pendidikan ruhani implikasinya dalam konseling pendidikan Islam adalah menjelaskan implikasi pendidikan ruhani dalam proses konseling pendidikan Islam.
IV.             Rumusan masalah  
Focus masalah yang hendak peneliti kaji dalam skripsi “PENDIDIKAN RUHANI IMPLIKASINYA DALAM KONSELING PENDIDIKAN ISLAM” terformulasi dalam pertanyaan sebagai berikut :
1.      Apakah pendidikan ruhani itu ?
2.      Apakah konseling pendidikan pendidikan Islam itu ?
3.      Adakah implikasi pendidikan ruhani dalam konseling pendidikan Islam ?.
V.             Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.       Tujuan
Berdasarkan focus masalah di atas, maka penelitian skripsi ini bertujuan :
a)       Untuk mengetahui hal-ikhwal tentang pendidikan ruhani
b)      Untuk mengetahui hal-ikhwal tentang konseling pendidikan Islam
c)       Untuk mengetahui ada atau tidak adanya implikasi pendidikan ruhani dalam konseling pendidikan Islam
2.       Manfaat
Penelitian skripsi ini, diharapkan dapat memberi manfaat teoritis dan praktis bagi bangsa Indonesia :
a)       Maksud kegunaan teoritis, adalah bahwa usaha penelitian skipsi ini dilakukan  untuk mengkaji wacana pendidikan ruhani dari para tokoh dan pakar dalam bingkai ilmu pendidikan Islam.
b)      Maksud kegunaan praktis, adalah penelitian ini diharapkan bisa menjadi semacam jembatan kecil bagi antar generasi Islam (pendidik Islam) untuk melakukan proses dialog karya yang serta berdampak positif bagi peningkatan mutu out put pendidikan Islam.

ANALISIS PSIKOLOGIS METODE PENDIDIKAN SOPAN-SANTUN ANAK DALAM KELUARGA


A.    Latar Belakang Masalah
“Ajining diri songko lati ajining rogo songko busono”,  itulah pepatah orang Jawa  yang biasa diucapkan untuk menilai harga diri seseorang. Pepatah itu berarti bahwa harga diri seseorang dapat dilihat dari segi tingkah lakunya, baik perbuatan maupun ucapan kepada orang lain dalam situasi dan kondisi apapun. Dalam bahasa Arab tingkah laku tersebut disebut akhlak.[1] Apabila akhlak tersebut baik sesuai dengan keinginan masyarakat, orang tua dan tidak melanggar ajaran agama maka orang tersebut akan mendapatkan gelar sebagai orang yang berakhlak mulia, namun jika sebaliknya maka dinilai sebagai orang asusila. Dalam hal ini Nabi pun memberikan prioritas tersendiri bagi orang yang berakhlak mulia
عن أبي ثعلبة ألخشني قال قال رسول الله صلىالله عليه وسلم : إن أحبكم الي وأقربكم منى فى الأخرة محاسنكم أخلأقا. (رواه أحمد) [2]
Artinya : “Dari Abi Tsa’labah al-Khusyany berkata : Rasullallah SAW bersabda : sesungguhnya orang yang paling aku sukai diantara kamu dan paling dekat dengan aku di akhirat ialah siapa yang baik budi pekertinya”.(HR. Ahmad)
Sopan-santun merupakan dimensi akhlak antar sesama manusia. Secara sederhana sikap, perilaku sopan-santun adalah “perilaku yang menghargai orang lain dan tidak melanggar perasaan orang lain dalam suatu  masyarakat tertentu”.[3] Sopan-santun itu harus dijaga dan diamalkan bahkan tetap dilestarikan sebagai budaya masyarakat. Dr Sarlito Wirawan menegaskan bahwa “sopan-santun disusun oleh masyarakat agar kita semua yang hidup dalam masyarakat  dapat hidup berdampingan dengan aman, tentram tanpa ada satu orang yang menyinggung perasaan orang lain”.[4]
Mengingat urgennya sopan-santun dalam pergaulan, maka upaya membentuk dan melestarikan adalah dengan pendidikan. Tanggung jawab pendidikan ini dibebankan kepada tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiganya harus dapat bekerjasama dengan baik agar pendidikan dapat dilaksanakan dan tercapai dengan baik.
Tanggung jawab pertama dalam pendidikan ini adalah keluarga. Perlunya pendidikan sopan-santun dalam keluarga ini ditegaskan oleh Nabi Muhammad dengan sabdanya :
عن أنس بن ملك أنه سمع رسول الله صلىالله عليه وسلم قال: أكرموا أولادكم وأحسنوا أدبهم (رواه ابن ماجه)[5]
Artinya : “Dari Anas bin Malik, sesungguhnya Anas mendengar Rasulallah SAW bersabda: Muliakanlah anak-anakmu dan perbaikilah adab mereka. (HR. Ibn Majah)”.
Keluarga sebagai prioritas utama dan pertama karena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama  dimana anak mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan, yaitu pada tahun-tahun pertama dalam kehidupannya )usia pra sekolah( sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan pada anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sesudahnya.[6]
Pengaruh keluarga begitu kental dalam pembentukan perilaku, kepribadian, termasuk diantaranya sikap sopan-santun anak. Oleh karena itu orang tua sebagai pendidik anak harus mampu memberikan teladan dan menanamkan kebiasaan sopan-santun yang baik kepada anak. Gambaran bagaimana sopan-santun yang baik, Islam  tidak hanya memberikan ilustrasi melalui teori-teori yang ada dalam al-Qur’an tetapi lebih dari itu Allah telah menunjuk Nabi Muhammad SAW sebagai figur panutan yang mesti ditiru oleh seluruh umat. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ahzab ayat 21 :
لَقََدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ ِلمََََنْ كَانَ يَرْجُوْا اللهَ وَالْيَوْمَ الأَخِرَ وَذَكَرَاللهَ كَثيِْراً. (الأحزاب : 21)
Artinya : “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. al-Ahzab : 21) [7]
Keluarga sebagai pendidik sopan-santun anak harus mengetahui kondisi psikologi anak. Untuk memahami anak dan mengurus jasmaninya, kecerdasan kehidupan sosial serta perkembangan emosinya, bahwa orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang tingkah laku sedemikian hingga mereka dapat menyesuaikan keputusan-keputusan mengenai anak-anak mereka dan dapat bertindak dalam cara yang ditata untuk mendorong perkembangan mereka.[8] Usia anak adalah usia meniru,[9] bagaimana anak bersikap, bagaimana cara bicara, dengan bahasa apa bicara, bahasa kasar atau bahasa halus yang dipakai, gerak-gerik tata cara dalam kegiatan  sehari-hari, cara makan, cara bertanya, cara masuk ruangan, cara dan sikap terhadap orang lain, terhadap orang yang lebih tua, sikap terhadap yang sebaya, lebih muda dan sebagainya, semuanya akan mengikuti pola yang dicontohkan oleh orang tuanya. Itulah salah satu yang harus dipahami oleh orang tua. Kondisi ini dapat digunakan oleh orang tua sebagai modal terbesar dalam pendidikan anak sebab apa yang dilihat dan didengar oleh anak dalam lingkungannya itulah yang akan ditirunya, dan  salah satu caranya adalah keteladan yang kontinu dan konsisten.
Apabila semua orang tua di dunia ini mengetahui dan melaksanakan hal tersebut maka tentramlah dunia ini, namun realitas kearah itu semakin lama semakin memudar. Sopan-santun anak kepada orang tua, keluarga, teman, masyarakat dan kebudayaan pada bangsa kita – Indonesia –  ini semakin menurun, misalnya budaya barat yang ditelan secara mentah-mentah – westernisasi – semakin merajalela, model baju yang semakin mini dengan menampakkan paha dan buah dada sering kali terlihat diberbagai media masa dan akibatnya tidak sedikit anak-anak, remaja bahkan orang tua menirunya. Krisis sopan-santun yang lebih parah lagi adalah tindak kriminal yang menyangkut kehidupan manusia, banyak anak yang berani bersikap kasar pada orang tua, mencuri, melacur atau bahkan membunuh. Apabila dicari kambing hitam dari krisis ini, selain masyarakat keluargalah yang patut dipertanyakan, bagaimana mereka mendidik, mengarahkan dan mengawasi perilaku anak-anaknya selama ini. Untuk itu bagaimana metode orang tua dalam mendidik sopan-santun anak akan sangat mempengaruhi perilaku sopan-santun anak selanjutnya, sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi krisis moral bangsa ini.
B.     Penegasan Istilah
Formulasi judul “Analisis Psikologis Metode Pendidikan Sopan-Santun Anak dalam Keluarga” masih merupakan pengertian pengertian yang bersifat abstrak dan luas. Untuk itu perlu dijelaskan dalam definisi operasional agar dihindari bias pengertian dan perbedaan interpretasi yang merusak konsistensi topik. Oleh karena itu di sini penulis akan memberikan penegasan dan batasannya, sebagai berikut :
1.      Metode pendidikan sopan-santun.
Metode berasal dari kata method dalam bahasa Inggris yang berarti cara. Metode adalah “cara yang paling tepat dan cepat dalam melakukan sesuatu”.[10]
Pendidikan adalah “bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama”.[11]
Sopan-santun secara terminologi berarti “budi pekerti yang baik, peradaban, tata krama, kesusilaan”.[12] Bila merujuk pada bahasa Arab sopan-santun berasal dari kata  أَدَباً  masdar dari kata أَدُبَ yang berarti “sopan berbudi bahasa baik”[13] Sedangkan secara terminologi sopan-santun menurut Dr. Sarlito Wirawan adalah “menghargai orang lain dan tidak melanggar perasaan orang lain dan masyarakat tertentu”.[14] Sedangkan batasan lain adalah adab yang berarti “berbicara dengan omongan yang tepat pada waktu yang tepat, yang berbuat pada waktu dan kondisi yang tepat dan tidak akan berbuat jika tidak tepat waktu dan keadaan”.[15] Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sopan-santun adalah suatu sikap bicara atau berbuat yang sesuai dengan situasi dan kondisi guna menghargai dan tidak melanggar perasaan orang lain dan masyarakat tertentu.
Jadi metode pendidikan sopan-santun adalah cara yang digunakan oleh pendidik untuk mendidik sikap bicara atau berbuat (tingkah laku) anak yang sesuai dengan situasi dan kondisi guna menghargai dan tidak melanggar perasaan orang lain dan masyarakat tertentu.
2.      Anak
Anak adalah “seorang individu diantara kelahiran dan masa pubertas, atau seorang individu diantara masa kanak-kanak (masa pertumbuhan, masa kecil) dan masa pubertas”.[16]
3.      Keluarga
Keluarga adalah merupakan unit sosial terkecil yang bersifat universal, artinya terdapat pada setiap masyarakat di dunia. Dan bentuk keluarga sendiri ada keluarga kecil yang terdiri dari bapak, ibu dan anak-anak yang dilahirkan, dan keluarga besar yaitu keluarga yang keanggotaannya selain bapak, ibu dan anak ada kerabat lain separti kakek, nenek, paman, bibi, ipar atau bahkan pembantu rumah tangga yang tinggal dalam satu rumah. Yang dimaksud keluarga dalam tulisan ini adalah keluarga besar (extended family).[17]
Berdasarkan penegasan istilah tersebut di atas dapat ditegaskan bahwa maksud dari judul di atas adalah mencari dan mengkaji lebih jelas metode pendidikan sopan-santun yang sesuai dengan psikologi anak dan dapat diterapkan dalam keluarga.

Cara Membersihkan Temporary File Internet dan System agar lebih stabil



Sebuah aplikasi sering menyimpan cache temporary di dalam folder yang tersembunyi, sering kali jika kita menginstal aplikasi pasti masih menyisakan temporary yang semakin lama menumpuk di dalam komputer dan mengurangi space drive, dan memenuhi drive tersebut yang akibatnya komputer semakin lemot dan sering hang.

Nah di sini saya akan membagikan tips bagaimana menghapus temporary dengan aplikasi yang namanya sudah kita kenal yaitu CCleaner.


  1. Download software Ccleaner di sini → http://www.piriform.com/ccleaner/download/standard
  2. Install kemudian buka software Ccleaner
  3. Setelah itu langsung jalankan saja software tersebut dengan menekan tombol 'Run Cleaner'
Selain menggunakan software di atas, anda bisa membersihkan file temporary internet melalui browser yang anda gunakan.


  • Mozilla firefox → ctrl + shift + delete
    Centangpada 'Cache', ganti time range ke 'Everything', clear now.

  • Google Chrome → ctrl + shift + delete
  • Komputer Game Murah | Cara Memilih Spesifikasi Rakitan Komputer yang Tepat


    Copas dari blog sebelah. Cara  Memilih spesifikasi komputer rakitan yang tepat tidaklah sulit jika kita mengetahui kebutuhan kita sendiri akan komputer. Apakah nantinya komputer tersebut digunakan hanya untuk keperluan office, atau untuk kerja grafis, ataupun untuk keperluan multimedia dan gaming. Jual Komputer Game Murah.

    PC Gaming Intel
    Intel Pentium G3220 Haswell
    Processor : Intel Pentium G3220
    Motherboard : ASRock H81M-DGS
    Hardisk : WDC 500GB SATA
    RAM : Corsair DDR3 2x1 GB
    Casing + PSU : Power Up Basic Value
    LCD : Asus VH168D LED 15.6"
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming Ringan, Office, dll.

    Intel Core i3 Haswell
    Processor : Intel Core i3-4130 3.4 Ghz
    Motherboard : ASRock H81M-DGS
    Hardisk : WDC 500GB SATA
    RAM : Team Elite DDR3 2x2 GB
    Casing + PSU : Power Up Basic Extreme
    LCD : Asus VH168D LED 15.6"
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming Ringan, Office, dll.

    Intel Core i3 Haswell Gaming
    Processor : Intel Core i3-4130 3.4 Ghz
    Motherboard : ASRock H81M-DGS
    Hardisk : WDC 1TB SATA3 64MB
    RAM : Team Elite DDR3 2x2 GB
    VGA : MSI AMD Radeon R7-250
    Casing + PSU : Power Up Basic Extreme + FSP Hexa 400w 80+
    LCD : Asus VH168D LED 15.6"
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming high layar 720p

    [BEST!!!] Intel Core i3 Haswell Gaming + NVIDIA Maxwell
    Processor : Intel Core i3-4130 3.4
    Motherboard : ASRock Z87 EXTREME4
    Hardisk : WDC Blue 1TB SATA3 64MB
    RAM : Corsair DDR3 Vengeance 2x2 GB LP
    VGA : Zotac Geforce GTX 750 Ti
    Casing + PSU : Dazumba D Vito 783 + Corsair VS Series 450W
    LCD : Asus VS239HP 23 Inch
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming 1080p
    Harga Tanpa LCD : Rp 6.703.000

    [BEST!!!] Intel Core i5 Haswell Gaming + NVIDIA Maxwell
    Processor : Intel Core i5-4430 3.0 Ghz
    Motherboard : ASRock Z87 EXTREME4
    Hardisk : SSD Adata SP900 128GB + WDC Blue 1TB SATA3 64MB
    RAM : Corsair DDR3 Vengeance 2x2 GB LP
    VGA : Zotac Geforce GTX 750 Ti
    Casing + PSU : Corsair Carbide 200R + Corsair VS Series 450W
    LCD : Asus VS239HP 23 Inch
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming 1080p
    Harga Tanpa LCD : Rp 9.163.000

    [BEST!!!] Intel Core i7 Haswell Gaming + NVIDIA Maxwell
    Processor : Intel Core i7-4770K 3.5 Ghz
    Motherboard : ASRock Z87 EXTREME4
    Hardisk : SSD Adata SP900 128GB + WDC Blue 1TB SATA3 64MB
    RAM : Corsair DDR3 Vengeance 2x4 GB LP
    VGA : Zotac Geforce GTX 750 Ti
    Casing + PSU : Corsair Carbide 200R + Corsair VS Series 550W
    LCD : Asus VS239HP 23 Inch
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming 1080p
    Harga Tanpa LCD : Rp 11.786.000

    Intel Core i7 Haswell Gaming Xtreme
    Processor : Intel Core i7-4770K 3.5 Ghz
    Motherboard : ASRock Z87 EXTREME4
    Hardisk : Adata SP900 128GB + WDC Black 3TB SATA3 64MB
    RAM : Corsair DDR3 Dominator Platinum PC17000 8GB
    VGA : Gigabyte Geforce GTX780 Ti 3096MB DDR5
    Casing + PSU : Corsair Carbide 500R Black + Corsair RM Series 1000W Full Modular
    LCD : Asus VS239HP - 23 Inch Full HD
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    HSF Cooler :  Corsair Hydro Series H60 Water Cooler
    Fungsi : Gaming Full HD
    Harga simulasi : Rp 26,500,000

    PC GAMING AMD
    AMD Richland A4-4000
    Processor : AMD Richland A4-6300
    Motherboard : ASRock FM2A55M-VG3
    Hardisk : WDC Blue 1TB SATA3
    RAM : Team Elite Dual Channel 4GB (2x2GB)
    Casing + PSU : Dazumba D Vito 783 PSU 450W
    LCD : Asus VH168D - 15.6 Inch
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming Low

    AMD Trinity A10-5800K
    Processor : AMD Trinity A10-5800K
    Motherboard : MSI FM2-A85XMA-P33
    Hardisk : WDC Blue 1TB SATA3
    RAM : Team Elite Dual Channel 4GB (2x2GB)
    Casing + PSU : Dazumba D Vito 783 PSU 450W
    LCD : Asus VH168D - 15.6 Inch
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming Medium-High

    AMD Vishera FX-6300 6 Core Gaming
    Processor : AMD Vishera FX-6300 3.5Ghz
    Motherboard : ASRock 970 Extreme 3
    Hardisk : WDC 1TB SATA3 64MB
    RAM : Team Dual Channel 4GB (2x2GB)
    VGA : MSI AMD Radeon R7-250
    Casing + PSU : Dazumba D Vito 783 + FSP Hexa 400w 80
    LCD : Asus VS197DE - 18.5 Inch
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming High 760p

    Cara Memilih Rakitan Komputer :
    1. Tentukan untuk apa komputer tersebut. Komputer untuk keperluan sederhana seperti office tidak membutuhkan spesifikasi yang terlalu tinggi. Kemudian komputer dengan kebutuhan menengah untuk multimedia membutuhkan spesifikasi yang baik. Sedangkan untuk komputer game, dibutuhkan spesifikasi yang sangat tinggi. Terlebih jika komputer tersebut digunakan untuk keperluan editing, maka dana pun juga harus tinggi untuk memenuhi kebutuhan komponen yang mahal.
    2. Pilih jenis processor, ada banyak sekali processor baik dari AMD maupun Intel. Pilih sesuai kebutuhan dan budget anda. Gunakan minimal processor dual core untuk komputer dengan penggunaan normal. Processor quad core terbaru untuk keperluan gaming dan editing.
    3. Motherboard, memilih motherboard harus sesuai dengan socket yang dibutuhkan oleh processor. Anda tidak bisa menggunakan sembarang motherboard karena tiap-tiap processor memiliki socket yang berbeda. Pastikan juga Anda memilih motherboard dengan chipset yang sesuai kebutuhan anda, masing-masing motherboard memiliki chipset yang berbeda-beda dan fitur yang berbeda pula tentunya.
    4. Hardisk, merupakan tempat penyimpanan data untuk file-file di komputer anda. Untuk komputer dengan penggunaan normal, gunakan hardisk sata 500 GB agar bisa menyimpan berbagai macam file penting. Kemudian untuk kebutuhan gaming dan editing, gunakan hardisk berkecepatan tinggi + hardisk berkapasitas besar agar bisa menyimpan beraneka macam game.
    5. Ram. Untuk komputer penggunaan normal, gunakan minimal ram sebesar 2 GB
    6. VGA, vga berfungsi untuk menampilkan gambar pada layar monitor anda. Semakin bagus kualitas kartu vga, semakin bagus pula gambar yang dihasilkan. Selain itu, vga dengan spesifikasi tinggi sangat dibutuhkan untuk menjalankan game-game masa kini. Jika anda membutuhkan komputer dengan penggunaan game sedang, anda bisa menggunakan vga onboard bawaan dari processor terbaru saat ini, misalnya intel haswell dan amd apu kaveri.
    7. Power supply, merupakan jantungnya dari komputer, memilih psu yang tepat sangat dibutuhkan untuk menjaga keawetan komputer anda. Baca juga : Tips Memilih Power Supply
      • komputer office => bisa gunakan psu bawaan casing
      • komputer multimedia => beli psu 400w dengan label 80+ dalam produknya
      • komputer game => membutuhkan psu super untuk bisa mengangkat kebutuhan daya komponennya yang sagat tinggi. Besarnya daya juga tergantung dengan jenis komponen apa yang digunakan, vga, cpu, cooler, beraneka macam komponen tambahan. Silahkan anda berkonsultasi kepada ahlinya
    8. Terakhir, jika anda ingin merakit komputer, anda harus memperhatikan keseimbangan komponennya, jangan sampai anda menggunakan processor core i7 tetapi ramnya hanya 2 GB. membeli vga dengan harga 9 juta rupiah, tetapi anda menggunakan processor dual core 600 ribuan. Jika hal itu sampai terjadi, maka komputer Anda akan bottleneck, yaitu ada beberapa komponen yang macet performanya karena komponen yang lain kurang bisa mendukung. Alhasil ketika komputer anda bisa berjalan (ibaratkan motor) dengan kecepatan 200Mph, akan terpotong menjadi 70Mph karena terjadi bottleneck
    Sumber : https://panduankomputer-laptop,blogspot,com/2013/07/cara-memilih-spesifikasi-rakitan.html


    KEGUNAAN SMART DEFRAG – MEMBUAT PC / WINDOWS LEBIH CEPAT


    Smart Defrag by IObit adalah aplikasi kecil yang dapat dipergunakan sebagai alternatif untuk menyusun kembali berkas-berkas yang ditulis secara acak pada harddisk. Berkas-berkas yang tidak beraturan bisa menyebabkan kinerja komputer melambat dan membuatnya menjadi tidak stabil. 

    Aplikasi ini memberikan solusi untuk memperbaiki keadaan tersebut.

    Perangkat lunak ini memiliki fitur yang sangat sedernaha, namun dengan penawaran harga secara gratis, program ini cukup layak untuk dijadikan perkakas alternatif dalam menata kembali susunan penulisan berkas-berkas yang tidak beraturan pada harddisk

    Aplikasi gratis ini memiliki 5 menu utama, yaitu:

    • Defrag Now
    • Auto Defrag
    • Schedule
    • Options
    • Speed up PC!
    Smart defrag sangatlah penting sebagaimana defrag sendiri itu penting bagi windows , agar windows dapat berjalan dengan lebih cepat karena file-file telah tertata rapi. Dan siap digunakan windows.





    Link DOWNLOAD :  klik download

    Jika link broken / rusak silahkan lapor pada admin nanti akan diperbarui linknya.


    Studi Analisis Tentang Pengaruh Pengetahuan Ibadah Mahdhah Terhadap Pengamalannya Yang Dilaksanakan Oleh Siswa MA Raudlatut Tholibin Sidomulyo Jekulo Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2005 / 2006


    BAB I

    PENDAHULUAN


    A.    Latar Belakang Masalah

    Ibadah mahdhah merupakan ibadah yang dikerjakan manusia dan berhubungan langsung dengan Allah SWT, diantaranya adalah shalat dan puasa. Manusia, sebagai makhluk Allah diciptakan hanya untuk beribadah kepada-Nya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Ad- Dzariyat ayat 56 :

    وماخلقت الجـن والإ نس الا ليعـبدون

    Artinya : “ Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”[1]
    Sesuai dengan ayat di atas, semua manusia memiliki kewajiban mengerjakan ibadah, terutama bagi mereka yang sudah baligh. Kesadaran mengerjakan ibadah ini harus ditanamkan sejak dini, sejak mereka masih kecil (dalam dunia pendidikan).
    Dengan demikian kesadaran mengerjakan ibadah tersebut telah mengakar dalam jiwa mereka.
    Di lingkungan sekolah menengah tingkat atas, para siswanya merupakan anak yang telah mencapai baligh. Namun masih banyak dijumpai siswa-siswi yang tidak mengerjakan ibadah secara maksimal. Misalnya sholat : Pada waktu sholat dzuhur musholla di sekolah tidak ramai dikunjungi siswa-siswi, dan pada waktu bulan ramadhan masih banyak dijumpai siswa-siswi yang merokok serta makan di jalan atau warung.
    Hal ini membuktikan bahwa kesadaran mereka mengerjakan ibadah yang telah menjadi kewajibannya masih kurang, padahal ibadah shalat dan puasa merupakan menifestasi awal dari aspek motorik seorang muslim. Keadaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya : faktor dari dalam siswa sendiri seperti pengetahuan mereka yang kurang tentang ibadah mahdhah, serta pengamalannya dan faktor dari luar, misalnya kurangnya keteladanan dari lingkungan sekitar mereka.
    Oleh karena itu pendidikan ibadah mahdhah baik secara teori maupun praktek sangat penting dan bermanfaat terutama bagi siswa. Dengan menjalankan ibadah terutama ibadah mahdhah siswa dapat mengendalikan emosinya, menata akhlaknya, dan dapat menjadikan tindakan-tindakannya terarah. Mahmud Yunus menjelaskan bahwa : “ Hendaknya pemuda-pemudi menunaikan ibadah kewajiban agama, seperti shalat, puasa dan lain sebagainya. Karena orang yang beribadah akan mengingat Tuhannya dan akan menjadikan tenang dan tenteram”.[2]
    Tempat penelitian dari skripsi ini adalah MA Raudlatut Tholibin Sidomulyo. MA Raudlatut Tholibin Sidomulyo merupakan salah satu sekolah yang hanya mengajarkan ilmu-ilmu secara teoritis saja tanpa ada waktu untuk mempraktekkan ilmu-ilmu tersebut. Hal ini menyebabkan siswa banyak yang lupa sehingga keberhasilan pembelajaran yang diharapkan oleh guru tidak tercapai.
    Metode pembelajaran di MA Raudlatut Tholibin Sidomulyo terutama pendidikan ibadah mahdhah perlu mendapat perhatian yang khusus baik dari segi matode, materi, maupun pelaksanaan praktek ibadah siswa.
    Berdasarkan uraian di atas, penulis memiliki gagasan untuk mengangkat masalah dnegan judul skripsi “ Studi Analisis Tentang Pengaruh Pengetahuan  Ibadah Mahdhah Terhadap Pengamalannya Yang Dilaksanakan Oleh Siswa MA Raudlatut Tholibin Sidomulyo Jekulo Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2005 / 2006 “.

    B.     Penegasan Istilah

    Supaya tidak terjadi salah penafsiran dalam memahami judul skripsi ini, maka perlu dikemukakan batasan-batasan istilah yang ada dalam judul skripsi ini terlebih dahulu.
    1.      Studi Analisis
    Studi berasal dari bahasa Inggris “ To Study” yang artinya pendidikan.[3] Studi juga berarti pekerjaan atau penggunaan waktu dalam pikiran untuk memeperoleh ilmu pengetahuan, juga bisa berarti penyelidikan.[4] Jadi studi yaitu pelajaran dan penyelidikan terhadap sesuatu yang diteliti. Sedangkan Analisis yaitu penyelidikan terhadap sesuatu peristiwa (karangn perbuatan dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.[5]
    Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa studi analisis yaitu penyelidikan atau penelitian tentang hubungan antara dua variabel atau lebih yang saling berhubungan.
    2.      Pengaruh
    Pengaruh yaitu daya yang timbul dari seseorang atau benda yang akan membentuk watak dan kepercayaan atau perbuatan seseorang.[6]
    3.      Pengetahuan
    Pengetahuan artinya segala sesuatu yang diketahui.[7] Pengetahuan yang dimaksud dalam skripsi ini adalah persepsi tentang suatu obyek yang disebabkan oleh adanya rangsangan / stimulus yang mengenai alat indera, baik melalui penglihatan, pendengaran, peraba, ataupun perasa tentang ibadah mahdhah sehingga seseorang menjadi kenal, tahu, mengerti, sadar dan insyaf tentang ibadah mahdhah.
    4.      Ibadah Mahdhah
    Ibadah mahdhah adalah ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah SWT yang telah dipastikan tata cara serta syarat rukunnya oleh syariat dalam rangka pengabdian diri kepada Allah SWT.[8]
    5.      Pengamalan
    Pengamalan artinya pelaksanaan juga berarti perbuatan mengamalkan.[9] Pengamalan di sini didasarkan pada pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.

    C.    Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah :
    1.      Bagaimana tingkat pengetahuan ibadah mahdhah (shalat dan puasa ) siswa MA Raudlatut Tholibin Sidomulyo ?
    2.      Bagaimana kualitas pelaksanaan ibadah mahdhah (shalat dan puasa) siswa MA Raudlatut Tholibin Sidomulyo ?
    3.      Sejauhmanakah pengaruh pengetahun ibadah mahdhah terhadap pengamalannya yang dilakukan oleh siswa MA Raudlatut Tholibin Sidomulyo ?

    STUDI KORELASI PELAKSANAAN METODE DRILL TERHADAP KETERAMPILAN SHOLAT SISWA KELAS III MI TAMRINUT THULLAB UNDAAN LOR KUDUS



    A.    Latar Belakang

    Sholat adalah tiang agama barangsiapa mengerjakan sholat berarti ia telah menjadikan agama. Barang siapa yang meninggalkan sholat berarti dia telah merobohkan agama. Sholat merupakan kewajiban seluruh umat islam mulai akil baligh sampai menjelang ajal, dalam sehari semalam umat islam mengerjakan sholat lima waktu.
    Amal ibadah yang pertama kali diperiksa oleh Allah nanti pada hari kiamat adalah sholat. Apabila sholat kita baik maka amal ibadah yang lain juga baik, sebaliknya apabila sholat kita jelek maka amal yang lain juga ikut jelek.
    Perintah sholat ketika Rosulullah SAW melakukan isro’ mi’roj. Berbeda dengan ibdah yang lain seperti zakat, puasa dan haji. Sholat diperintahkan Allah kepada Nabi Muhammad untuk umatnya secara langsung tidak melalui malaikat Jibril, oleh karena itu kerjakanlah sholat dengan sebaik-baiknya.[1]
    Hukum melaksanakan sholat adalah wajib dan waktunya juga ditetapkan sebagaimana firman Allah :
    واقم الصلوة قلىان الصلوة تنهى عن الفحشاء والمنكر ( العنكبوت: 45)
    Artinya : “ Maka dirikanlah sholat itu, sesungguhnya shalat itu fardhu, yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. ( An – Nisa’ Ayat 103).
    Sedangkan tata cara pelaksanaan sholat, berdasar atas perunjuk dan sunnah Rosulullah dalam haditsnya:

    حدثنامحمدبن مثنى قال حدثناعن عبدالوهاب حدثناقال ايوب ابى قلبه حدثناقل عن مالك حدثناقال : رسول الله صلى الله عليه وسلم صلوا كمارأيتمونى اصلى. (رواه البخارى)

    Artinya : Muhammad bin Mutsanah becerita kepada kami berkata : Bahwa Abdul Wahab menceritakan kepada kami, berkata Ayub Bin Abi Kilabah bercerita kepada kami, bahwa Malik bercerita kepada kami, bahwa Rasulululloh SAW bersabda : Sholatlah sebagaimana kamu melihat aku sholat (kerjakan sholat menurut cara mengerjakannya) ( H.R. Bukhori )
    Dalam suatu lesson plain kadang-kadang digunakan lebih dari satu metode, maka kegiatan pokok dalam proses balajar mengajar tersebut pasti di tandai salah satu penggunaan metode, jika dalam suatu lesson plain itu yang menonjol kegiatan mengulang seperti dalam pengajaran membaca atau pembinaan psikomotor pada umumnya maka jelas metode mengajar yang digunakan adalah metode drill.[2]
    Melihat latar belakang di atas penulis mempunyai alasan-alasan yang melatarbelakangi masalah yang ada hubunganya dengan judul skripsi :
    1. Metode drill merupakan salah satu alternatif metode pengajaran yang tepat dan sesuai dengan upaya meningkatkan keterampilan sholat siswa karena metode tersebut  menitik beratkan kepada latihan yang terus-menerus dan diulang-ulang dengan cara yang praktis, sehingga membentuk ketrampilan dan ketangkasan siswa dalam hal sholat
    2. Dengan metode Drill terhadap materi pengajaran sholat dapat mengembangkan potensi siswa untuk berani berbuat dengan keahliannya, sanggup mengamalkan ibadah sholat dengan baik, benar dan khusuk karena siswa sudah  terbiasa berlatih dan sudah menganggap bahwa shalat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya       
    3. Ibadah shalat merupakan ibadah inti dan paling mendasar dan sangat menentukan, sehingga apabila ibadah shalat seorang baik, maka akan dapat mengantarkan ibadah lainnya menjadi baik.   

    B.     Perumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan maka permasalahan dalam penelitian ini dapat di rumuskan sebagai berikut :
    1.      Bagaimana pelaksanaan metode drill terhadap keterampilan sholat siswa kelas III di MI Tamrinut Thullab Kudus
    2.      Bagaimana keterampilan sholat siswa kelas III MI Tamrinut Thullab Kudus
    3.      Adakah hubungan antara metode drill terhadap keterampilan sholat siswa kelas III

    C.    Variabel Penelitian

    a.       Variabel bebas atau pengaruh (independent)
    Variabel bebas adalah suatu variabel yang sifatnya mempengaruhi variabel lain. Adapun yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah pelaksanaan metode drill dengan indikator :
    -          Pengertian metode drill
    -          Penggunaan metode drill dalam proses belajar mengajar
    -          Manfaat metode drill
    -          Relevansinya metode drill terhadap keterampilan shalat kabaikan dan kelemahan metode drill
    b.      Variabel terikat atau terpengaruh (dependent)
    Variabal terikat adalah variabel penelitian yang diukur untuk mengetahui besarnya efek atau pengaruh variabel lain.[3] Sedang yang menjadi variabel terikat adalah keterampilan sholat dengan indikator :
    -          Terampil dalam bacaan sholat
    -          Terampil dalam gerakan sholat
    -          Terampil dalam keserasian antara bacaan dengan gerakan sholat.





                    [1] Tim KKG – PAI, Pendidkan Agam Islam Berdasarkan Kurikulum SD / GBPP 1994, Yudistira Semarang, 1997, hal. 31
                    [2] Dr. Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Remaja Rosda Karya, Bandung, 1999, hal. 34
    [3] Saefuddin Anwar MA, Metodologi Penelitian, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1998, hal. 62