© Attention :
“ Demi Kenyamanan Pengunjung kami rekomendasikan menggunakan
Browser ChromeTerima Kasih . . . . .”

Info PTK

Lembar Info PTK atau Lapor Tunjangan Dikdas (LTD) ialah fasilitas bagi guru/PTK yang disediakan oleh Direktorat P2TK Dikdas untuk membantu guru melakukan pengecekan hasil verifikasi data yang telah dikirim melalui aplikasi Dapodik.



Berikut ini ialah langkah-langkah cek data untuk melihat Lembar Info PTK tahun 2014
  1. Buka peramban dan ketik salah satu tautan aktif di bawah ini untuk menuju laman Lembar Info PTK
  1. Setelah salah satu lama info ptk di atas terbuka, maka untuk masuk ke dalam halaman verifikasi data guru/PTK caranya ialah sebagai berikut ini:


  • Masukkan NUPTK sebagai UserID
  • Masukkan tanggal lahir sebagai password dengan format penulisan YYYYMMDD di mana:
    i.YYYY= tahun lahir 4 digit
    ii.MM = bulan 2 digit
    iii.DD = tanggal lahir
    iv.Contoh:
    v.Tanggal lahir 10 januari 1968 maka cara menuliskannya ialah 19680110

  1. Langkah selanjutnya ialah masukkan kode captcha yang berada di bawah password dengan benar.
  2. Lakukan klik pada tombol “submit” kemudian silahkan tunggu laman verifikasi data termuat dengan sempurna
  3. Jika masih terdapat ketidaksesuaian data lembar info ptk dengan data asli maka lakukan pengecekan data di aplikasi dapodik, lakukan perbaikan data dan sync ulang/BSD.

source = http://gtk.kemdikbud.go.id/

EMOTIONAL INTELLIGENCE PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

A.  Latar Belakang Masalah

Ada beberapa pokok masalah yang melatar belakangi penulisan skripsi ini. Masalah-masalah tersebut adalah sebagai berikut.
1.      Pandangan tentang kecerdasan
Sudah tidak dapat disangkal lagi bahwa kecerdasan merupakan suatu hal yang mutlak dimiliki dan diperlukan manusia untuk tetap bisa survive dalam hidup di dunia. Sebagai wujud dari kecerdasan itu adalah kemampuan manusia untuk menyelesaikan problem dengan benar dan dalam waktu yang relatif singkat ( Suharsono, 2000: 34). Walaupun kontribusi kecerdasan cukup besar dalam hidup manusia, tapi dari waktu ke waktu pandangan akan kecerdasan selalu mengalami perubahan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, dan setidaknya secara garis besar ada tiga pandangan mengenai hal ini.
Pandangan yang pertama merupakan cara pandang yang sempit dan telah berkembang sejak akhir abad ke 19, yaitu ketika penelitian seputar kecerdasan sedang marak di kalangan pakar Psikologi. Pandangan ini bisa kita simak lewat definisi yang diberikan oleh Alfred Binet sebagai penemu Test Model Binet dan LM. Terman yang telah beberapa kali mengadakan revisi terhadap test tersebut. Binet mengatakan “Comprehension, invention, direction, and critism – intelligence is contained in these four words” (Crow and Crow, 1989: 175). Sedangkan Terman berpendapat bahwa kecerdasan adalah “the ability to think in terms of abstract ideas” (Crow and Crow, 1989: 175).
Yang menjadikan kecerdasan menjadi lebih sempit dalam pandangan ini adalah penelitian yang dilakukan Binet yang menghasilkan Test Model Binet yang dapat membedakan antara orang yang normal dengan yang tidak. Test yang kemudian direvisi oleh Terman  dan dapat menunjukkan IQ (Intelligence Quotient) lewat perbandingan tetap antara Mental Age (MA) dengan Cronological Age(CA) ini ternyata hanya menunjukkan sedikit dari kecerdasan yang dapat dimiliki manusia karena  test tersebut hanya mengajukan pertanyaan di seputar lingusitik dan matematik sehingga dua kemampuan ini saja yang dapat diukur. Dan ironisnya orang-orang sudah terlanjur mengidentikkan IQ dengan kecerdasan, dan kemampuan inilah yang banyak dikembangkan di sekolah-sekolah kita.
Pandangan yang kedua memandang kecerdasan lebih luas lagi karena kecerdasan menurut pandangan ini dapat dikembangkan tidak hanya dua jenis saja. Pandangan ini dipelopori oleh Howard Gardner yang mengadakan penelitian lewat Project Spectrum. Dalam penelitian ini Gardner mendapatkan bahwa otak manusia memungkinkan untuk memiliki sampai delapan jenis kecerdasan yang dinamakan Multiple Intelligence, yaitu sebagai berikut.
a.       Kecerdasan lingustik, yaitu kemampuan dalam hal membaca, menulis dan berkomunikasi dengan kata-kata;
b.      Kecerdasan logika dan matematika, yaitu kemampuan untuk menalar dan berhitung;
c.       Kecerdasan musikal;
d.      Kecerdasan spasial dan visual;
e.       Kecerdasan kinestik atau kecerdasan fisik, kecerdasan ini dapat kita temui pada para atlet semacam Michael Jordan;
f.       Kecerdasan interpersonal, yaitu kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain;
g.      Kecerdasan intrapersonal, atau kecerdasan instrospektif, yaitu kemampuan untuk memiliki wawasan, mengetahui jati diri; jenis kecerdasan ini memungkinkan manusia untuk mengeluarkan informasi-informasi yang disimpan dalam pikiran bawah sadar;
h.      Kecerdasan naturalis, yaitu kemampuan untuk bekerja sama dan menyelaraskan diri dengan alam (Vas dan Dydren, 1999: 121-123).
Selanjutnya pandangan yang terakhir berpendapat bahwa ternyata emosi manusia pun bisa menjadi cerdas. Memang pendapat ini sedikit banyak memiliki kemiripan dengan Multiple Intelligenceterutama pada kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal karena dua kemampuan inilah yang menjadi titik tekan pandangan ini. Namun yang membedakannya adalah pandangan ini lebih mengeksplorasi wilayah emosi manusia, sedangkan kesemua Multiple Intelligence hanya berkutat pada kognitif atau rasio manusia.
Pandangan ini dipopulerkan oleh Daniel Goleman karena melihat fakta di tengah-tengah kehidupan manusia yang mempercayai bahwa IQ  adalah satu-satunya penuntun manusia menuju kesuksesan hidup. Namun realitas yang ada menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang ber-IQ tinggi seringkali bertindak bodoh yang berakibat membawanya pada kegagalan atau bahkan kehancuran dan menjauhkan dirinya sendiri dari kesuksesan yang seharusnya berada dalam genggamannya hanya dikarenakan dia tidak berhasil mengatur dan memanfaatkan emosinya. Di lain pihak kita juga mendapati orang-orang dengan IQ yang tidak begitu tinggi, mendapatkan  kesuksesan.
Dari sinilah kemudian ditarik kesimpualan bahwa manusia memerlukan suatu jenis kecerdasan yang baru, dan kecerdasan ini bernama Emotional Intelligence, selanjutnya disingkat EI, atau kecerdasan Kecerdasan Emosional.
2.      Pandangan pendidikan Islam tentang potensi manusia
Sebagai obyek dan sekaligus juga sebagai subyek pendidikan, khususnya pendidikan Islam, manusia dipandang sebagai makhluk yang unik dan istimewa yang menyimpan berjuta potensi dan misteri. Pandangan yang demikian itu tentu tidak lepas dari pandangan Islam sendiri akan manusia. Hal ini dikarenakan pendidikan Islam sebagai salah satu dari sekian banyak aspek Islam, juga menempatkan Al-Qur’an sebagai sumber nilai yang tertinggi.
Manusia di mata Islam memang unik sekaligus istimewa, dan letak keunikan dan keistimewaannya itu paling tidak bisa dilihat pada dua hal berikut ini.
a. Yang pertama adalah karena manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna dan mulia. Informasi ini bisa kita temui dalam QS. 95:  Al-Tin: 5.

 

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. 95: Al-Tin: 5). *

Kesempurnaan dan kemuliaan tersebut salah satunya dapat kita simak dalam QS. 38: 71-72.



Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:   “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.
Menurut Quraish Shihab (1999: 233) ayat ini memberikan informasi bahwa penciptaan manusia itu melibatkan dua unsur sekaligus, sehingga manusia itu terdiri dari kedua unsur ini. Unsur yang pertama adalah materi yaitu fisik manusia yang dalam ayat di atas disimbolkan dengan gumpalan tanah. Dan secara biologis, fisik manusia itu tidak ubahnya seperti hewan, karena dia tetap membutuhkan udara untuk bernapas, makanan dan minuman untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya,
 bereproduksi untuk mengembangkan keturunan, serta susunan organ tubuh yang tidak dapat diubah lagi (Sarlito Wirawan Sarwono, 1982: 27).
Selain itu, menurut teori Darwin, lepas dari pro dan kontra, manusia mempunyai hubungan kekerabatan yang cukup dekat dengan bangsa kera (William M. Haviland, 1999: 74). Namun lewat penelitian ilmiah juga didapatkan temuan-temuan  tentang perbedaan antara kedua spesies ini, sehingga tetap mengarah pada suatu kesimpulan bahwa bagaimanapun juga manusia adalah makhluk yang paling sempurna.
Perbedaan-perbedaan itu adalah sebagai berikut :
1)      Perbedaan dalam kapasitas tengkorak, dimana kera hanya mempunyai kapasitas antara 400 cc – 500 cc, sedangkan kapasitas rata-rata tengkorak manusia adalah 1.350 cc yang memungkinkannya untuk memiliki bagian-bagian otak yang kopleks (Maurice Bucaille, 1998: 128).
2)      Perbedaan yang menyangkut foramen magnum belakang tengkorak, dimana pada kera terletak pada bagian belakang tulang belakang kepala, dan pada manusia terletak pada bagian yang lebih ke depan, sehingga kepala manusia lebih seimbang (Bucaille, 1998: 129).
3)      Perbedaan bentuk telapak tangan. Tangan manusia mempunyai ibu jari yang tumbuh sempurna yang memungkinkan ibu jari dapat berhadap-hadapan dengan jari-jari yang lainnya, sedangkan ibu jari kera tidak dapat tumbuh dengan sempurna (Haviland, 1999: 71).
4)      Perbedaan pada bentuk tulang panggul, dimana tulang panggul manusia membuatnya dapat berjalan dengan tegak, sedangkan tulang panggul pada kera tidak memungkinkannya bisa berjalan tegak (Bucaille, 1998: 130).



BIMBINGAN KONSELING DAN PENDIDIKAN RELIGIUS

I.        Latar Belakang Masalah
Islam memandang bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting terutama dalam kaitannya untuk memahami, mengolah, memanfaatkan dan mensyukuri nikmat Allah. SWT. Pendidikan dan ilmu pengetahuan merupakan cahaya bagi kehidupan manusia sehingga perilaku manusia dapat membedakan mana yang bathil dan mana yang tidak, mana yang haram dan mana yang halal. Sebab salah satu kondisi yang memungkinkan manusia menjadi takwa dan beriman adalah kemauan (manusia) berpikir yang bisa dicapai dan ditindaklanjuti dari pendidikan.
Tentang  visi pendidikan islam, Abdur Rahman sebagaimana dikutip oleh edy  Purwo Saputro memaparkan bahwa pendidikan harus menngandung komponen penting yaitu : ragawi (jasmaniah), akal (aqliyah), dan spiritual (ruhiyah), jika ketiga komponen  tersebut dapat mengkristal dalam diri peserta didik maka akan terbentuk pribadi yang utuh, baik dalam wujud interaksi dalam dirinya sendiri maupun dengan lingkungannya.[1]
Pendidikan islam bertujuan untuk membantu peserta didik mencapai kemampuan fisik, mengembangkan intelegensia, menyajikan fakta-fakta yang releven dan memadai untuk meningkatkan semangat sikap moralitas islami-qur’ani. Semangat moralitas islami yang berqur’ani menandaskan bahwa intelektual muslim  pada dasarnya adalah penafsir dari kandungan  alqur’an sebagai wahyu yang paling lengkap bagi umat manusia sebagai bentuk  kitab suci yang tidak hanya kisah umat masa lalu, sekarang dan masa depan tapi juga membenarkan wahyu-wahyu terdahulu.
Manusia pada dasarnya memiliki naluri religius, yaitu naluri untuk berkepercayaan atau memiliki kecenderungan beriabadah kepada Tuhan. Dalam tinjauan yang lebih luas naluri itu tidak dimonopoli  oleh suatu kelompok tertentu. Naluri religius itu muncul berbarengan dengan hasrat manusia memperoleh kejelesan tentang hidup ini. Karena itu, setiap pribadi cenderung untuk mencari dan menemukan “pusat hidup”, oleh sebab itu manusia sering disebut “mahluk Pencari makna hidup”.
Menurut Dr. Nurcholis Madjid, sumber - sumber makna hidup pada intinya ada tiga. Pertama, nilai - nilai kreatif, sebagai contohnya seperti bekerja dan berkarya, baik secara individu atau melibatkan diri dalam harmoni sosial (bhakti sosial) misalnya, partisipasi ikut memberantas kebodohan dan keterbelakangan dan sebagainya; kedua, nilai - nilai penghayatan yakni meyakini kebenaran keimanan, serta nilai - nilai yang dianggap berharga. Misalnya dalam sholat kita tidak sekedar berdialog dengan Allah  melainkan bagaimana menghadirkan Allah dalam sholat, lebih - lebih Allah hadir dalam semua aktifitas kita; ketiga, nilai - nilai bersikap yakni menerima dengan tabah dan mengambil sikap yang tepat terhadap penderitaan. Misalnya dalam hal ini Nurcholis mengambil contoh Nabi Ibrahim yang diperintah Allah SWT untuk menyembelih anaknya. Pada akhirnya Nabi Ibrahim menemukan penghayatan makna hidup sejati, bahwa anak bukan segala-galanya. Karena yang diharapkan hanyalah ridha Allah dan disertai dengan sikap tabah.[2]
Hidup manusia adalah bermakna dan makna terakhir hidup itu adalah kembali kepada kebenaran, jalan Ilahiyah. Hanya dengan jalan mengikuti petunjuk-Nya itulah tempat tujuan hidup kita.
Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya . kesadaran ini akan membimbing manusia ke arah jalan hidup yang benar  di dunia ini, khususnya dalam berhubungan dengan  manusia yang merupakan manifestasi dari dimensi keimanan dan ketakwaan personal dan kesalehan sosial.
Pembentukan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT menjadi tolok ukur pertama dan utama dalam pengelolaan pendidikan Islam. Sekolah merupakan tempat bagi anak didik untuk belajar bermasyarakat, agar dapat berfungsi dan mampu mengaktualkan diri sebagai hamba Allah sekaligus khalifah-Nya di bumi. Sekolah bertujuan membentuk manusia beriman, berilmu dan trampil serta bersemangat dalam beramal, sehingga tercipta masyarakat yang terhormat di dunia dan selamat di akhirat. Sekolah juga bertujuan membantu terbentuknya manusia yang kreatif dan bertanggung  jawab kepada Allah SWT.[3]
Nuansa pendidikan yang spiritualis tersebut menyadarkan kita  tentang pentingnya konsep At-Tarbiyyah Ar-Ruuhiyyah (pendidikan ruhani), untuk dirumuskan dan diimplementasikan dalam pendidikan Islam. Dengan pendidikan ruhani dharapkan muncul suatu kemampuan spiritual intelligence (kecerdasan spiritual) dalam diri peserta didik. Dengan kepemilikan spiritual intelligence yang memadai, maka peserta didik akan dapat mengendalikan dirinya dan mengembangkan segala peristiwa yang dialaminya kepada pemegang otoritas nilai tertinggi, yakni Allah SWT.
Sejalan dengan urgensi pendidikan Ruhani tersebut, Dr. Utsman Abdul Mu’is Ruslan, menemukan tiga alasan yang mendorong gerakan Islam Ikhwanul muslimin, menyelenggarakan pendidikan ruhani: pertama, menurut Ikhwanul Muslimin manusia memiliki dimensi spiritual, dan ruh (jiwa) itulah yang mencerminkan eksistensinya yang hakiki. Dengan ruh itu, ia layak disebut manusia; kedua, mereka meyakini bahwa umat ini tidak akan bangkit kembali tanpa kebangkitan spiritualnya. Menurut mereka, tidak ada yang bisa melawan gelombang materialisme yang memporakporandakan Mesir kala itu, selain pendidikan ruhani (tarbiyah ruhiyah) ; ketiga, mereka meyakini bahwa aspek - aspek keimanan  dan keislaman tidak akan hidup dalam diri seseorang, jika tidak ada hubungan spiritual yang mendalam antara dirinya dengan Allah swt.  [4]
Pendapat senada juga disampaikan oleh Dr. Ali Abdul Halim Mahmud, bahwa pendidikan ruhani merupakan pilar utama dari pendidikan Islam, karena ruhani merupakan  tolak ukur kebaikan dan keburukan serta spirit manusia, jika ruhaniahnya baik maka semua dimensi yang lain (akal dan tubuh) akan baik. Lebih lanjut lagi beliau juga mengatakan bahwa pendidikan ruhani merupakan salah satu pilar kebangkitan umat Islam. Serta di tengah kegelisahan dalam meluruskan bentuk dan sistem pendidikan ia menjadi kebutuhan yang mendesak dan vital dalam kehidupan umat Islam saat ini.[5] 
Dengan perspektif - perspektif di atas, peneliti merasa terpanggil untuk mengkaji secara mendalam persoalan - persoalan yang berhubungan dengan pendidikan ruhani kaitannya dalam konseling Islam dalam bentuk skripsi yang berjudul “PENDIDIKAN RUHANI IMPLIKASINYA DALAM KONSELING PENDIDIKAN ISLAM”, semoga penelitian ini dapat memberi sumbangan berarti bagi kemaslahatan umat  Islam...
II.     Alasan Pemilihan Judul
Penelitian skripsi yang berjudul, “PENDIDIKAN RUHANI IMPLIKASINYA DALAM KONSELING PENDIDIKAN ISLAM”,  ide tersebut muncul didorong oleh pertimbangan dan alasan -alasan sebagai berikut:
1.       Pendidikan ruhani merupakan satu pilar penting dalam pendidikan Islam, apabila ruhaniahnya baik, maka seluruh dimensi yang lain (akal, tubuh) menjadi baik, sebaliknya bila ruhaniahnya jelek, maka seluruh dimensi yang ada dalam diri manusia akan ikut menjadi jelek.
2.       Penelitian tentang konsep pendidikan ruhani kaitannya dengan konseling pendidikan Islam mempunyai relevansi dengan pemecahan problematika umat Islam di era modern. Relevansi itu berkenaan dengan kondisi umat Islam yang terdera budaya barat dengan budayanya yang materialistic. Suatu sikap yang mengukur segala sesuatu secara materi. Dalam kaitan ini Islam mengajarkan bahwa pribadi seorang muslim ditentukan oleh derajat ketaqwaannya, bukan dilihat dari kepemilikan barang - barang yang bersifat material.
3.       Masih minimnya riset tentang konsep pendidikan ruhani kaitannya dengan konseling pendidikan Islam. Padahal pendidikan ruhani memilikki peran sentral dalam meningkatkan dan mengembangan seluruh potensi yang dimiliki oleh manusia.
III.  Penegasan judul
Untuk menghindari kekacauan kajian dan pemahaman judul skripsi di atas,  maka penulis perlu menjelaskan  istilah - istilah kuncinya saja, sebagai berikut :
1.      Pendidikan ruhani
Pendidikan ruhani adalah suatu usaha untuk memperkuat hubungan antara ruhani[6] manusia dengan Alah swt melalui jalan menyembah dan merendahkan diri kepada-Nya serta taat dan tunduk kepada syari’at Islam,[7] untuk mencapai kesempurnaan Insani yang bermuara pada pendekatan diri kepada Allah, dan kesempurnaan insan yang bermuara pada kebahagiaan di dunia dan akhirat.[8]


2.      Implikasi
Menurut WJS. Poerwadarminta, implikasi artinya  keterlibatan.[9]
3.      Konseling pendidikan Islam
Konseling pendidikan Islam  adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar menyadari kembali akan eksistensinya sebagai mahluk Allah yang seharusnya hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah, sehingga dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.[10]
Jadi tegasnya pendidikan ruhani implikasinya dalam konseling pendidikan Islam adalah menjelaskan implikasi pendidikan ruhani dalam proses konseling pendidikan Islam.
IV.             Rumusan masalah  
Focus masalah yang hendak peneliti kaji dalam skripsi “PENDIDIKAN RUHANI IMPLIKASINYA DALAM KONSELING PENDIDIKAN ISLAM” terformulasi dalam pertanyaan sebagai berikut :
1.      Apakah pendidikan ruhani itu ?
2.      Apakah konseling pendidikan pendidikan Islam itu ?
3.      Adakah implikasi pendidikan ruhani dalam konseling pendidikan Islam ?.
V.             Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.       Tujuan
Berdasarkan focus masalah di atas, maka penelitian skripsi ini bertujuan :
a)       Untuk mengetahui hal-ikhwal tentang pendidikan ruhani
b)      Untuk mengetahui hal-ikhwal tentang konseling pendidikan Islam
c)       Untuk mengetahui ada atau tidak adanya implikasi pendidikan ruhani dalam konseling pendidikan Islam
2.       Manfaat
Penelitian skripsi ini, diharapkan dapat memberi manfaat teoritis dan praktis bagi bangsa Indonesia :
a)       Maksud kegunaan teoritis, adalah bahwa usaha penelitian skipsi ini dilakukan  untuk mengkaji wacana pendidikan ruhani dari para tokoh dan pakar dalam bingkai ilmu pendidikan Islam.
b)      Maksud kegunaan praktis, adalah penelitian ini diharapkan bisa menjadi semacam jembatan kecil bagi antar generasi Islam (pendidik Islam) untuk melakukan proses dialog karya yang serta berdampak positif bagi peningkatan mutu out put pendidikan Islam.

ANALISIS PSIKOLOGIS METODE PENDIDIKAN SOPAN-SANTUN ANAK DALAM KELUARGA


A.    Latar Belakang Masalah
“Ajining diri songko lati ajining rogo songko busono”,  itulah pepatah orang Jawa  yang biasa diucapkan untuk menilai harga diri seseorang. Pepatah itu berarti bahwa harga diri seseorang dapat dilihat dari segi tingkah lakunya, baik perbuatan maupun ucapan kepada orang lain dalam situasi dan kondisi apapun. Dalam bahasa Arab tingkah laku tersebut disebut akhlak.[1] Apabila akhlak tersebut baik sesuai dengan keinginan masyarakat, orang tua dan tidak melanggar ajaran agama maka orang tersebut akan mendapatkan gelar sebagai orang yang berakhlak mulia, namun jika sebaliknya maka dinilai sebagai orang asusila. Dalam hal ini Nabi pun memberikan prioritas tersendiri bagi orang yang berakhlak mulia
عن أبي ثعلبة ألخشني قال قال رسول الله صلىالله عليه وسلم : إن أحبكم الي وأقربكم منى فى الأخرة محاسنكم أخلأقا. (رواه أحمد) [2]
Artinya : “Dari Abi Tsa’labah al-Khusyany berkata : Rasullallah SAW bersabda : sesungguhnya orang yang paling aku sukai diantara kamu dan paling dekat dengan aku di akhirat ialah siapa yang baik budi pekertinya”.(HR. Ahmad)
Sopan-santun merupakan dimensi akhlak antar sesama manusia. Secara sederhana sikap, perilaku sopan-santun adalah “perilaku yang menghargai orang lain dan tidak melanggar perasaan orang lain dalam suatu  masyarakat tertentu”.[3] Sopan-santun itu harus dijaga dan diamalkan bahkan tetap dilestarikan sebagai budaya masyarakat. Dr Sarlito Wirawan menegaskan bahwa “sopan-santun disusun oleh masyarakat agar kita semua yang hidup dalam masyarakat  dapat hidup berdampingan dengan aman, tentram tanpa ada satu orang yang menyinggung perasaan orang lain”.[4]
Mengingat urgennya sopan-santun dalam pergaulan, maka upaya membentuk dan melestarikan adalah dengan pendidikan. Tanggung jawab pendidikan ini dibebankan kepada tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiganya harus dapat bekerjasama dengan baik agar pendidikan dapat dilaksanakan dan tercapai dengan baik.
Tanggung jawab pertama dalam pendidikan ini adalah keluarga. Perlunya pendidikan sopan-santun dalam keluarga ini ditegaskan oleh Nabi Muhammad dengan sabdanya :
عن أنس بن ملك أنه سمع رسول الله صلىالله عليه وسلم قال: أكرموا أولادكم وأحسنوا أدبهم (رواه ابن ماجه)[5]
Artinya : “Dari Anas bin Malik, sesungguhnya Anas mendengar Rasulallah SAW bersabda: Muliakanlah anak-anakmu dan perbaikilah adab mereka. (HR. Ibn Majah)”.
Keluarga sebagai prioritas utama dan pertama karena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama  dimana anak mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan, yaitu pada tahun-tahun pertama dalam kehidupannya )usia pra sekolah( sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan pada anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sesudahnya.[6]
Pengaruh keluarga begitu kental dalam pembentukan perilaku, kepribadian, termasuk diantaranya sikap sopan-santun anak. Oleh karena itu orang tua sebagai pendidik anak harus mampu memberikan teladan dan menanamkan kebiasaan sopan-santun yang baik kepada anak. Gambaran bagaimana sopan-santun yang baik, Islam  tidak hanya memberikan ilustrasi melalui teori-teori yang ada dalam al-Qur’an tetapi lebih dari itu Allah telah menunjuk Nabi Muhammad SAW sebagai figur panutan yang mesti ditiru oleh seluruh umat. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ahzab ayat 21 :
لَقََدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ ِلمََََنْ كَانَ يَرْجُوْا اللهَ وَالْيَوْمَ الأَخِرَ وَذَكَرَاللهَ كَثيِْراً. (الأحزاب : 21)
Artinya : “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. al-Ahzab : 21) [7]
Keluarga sebagai pendidik sopan-santun anak harus mengetahui kondisi psikologi anak. Untuk memahami anak dan mengurus jasmaninya, kecerdasan kehidupan sosial serta perkembangan emosinya, bahwa orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang tingkah laku sedemikian hingga mereka dapat menyesuaikan keputusan-keputusan mengenai anak-anak mereka dan dapat bertindak dalam cara yang ditata untuk mendorong perkembangan mereka.[8] Usia anak adalah usia meniru,[9] bagaimana anak bersikap, bagaimana cara bicara, dengan bahasa apa bicara, bahasa kasar atau bahasa halus yang dipakai, gerak-gerik tata cara dalam kegiatan  sehari-hari, cara makan, cara bertanya, cara masuk ruangan, cara dan sikap terhadap orang lain, terhadap orang yang lebih tua, sikap terhadap yang sebaya, lebih muda dan sebagainya, semuanya akan mengikuti pola yang dicontohkan oleh orang tuanya. Itulah salah satu yang harus dipahami oleh orang tua. Kondisi ini dapat digunakan oleh orang tua sebagai modal terbesar dalam pendidikan anak sebab apa yang dilihat dan didengar oleh anak dalam lingkungannya itulah yang akan ditirunya, dan  salah satu caranya adalah keteladan yang kontinu dan konsisten.
Apabila semua orang tua di dunia ini mengetahui dan melaksanakan hal tersebut maka tentramlah dunia ini, namun realitas kearah itu semakin lama semakin memudar. Sopan-santun anak kepada orang tua, keluarga, teman, masyarakat dan kebudayaan pada bangsa kita – Indonesia –  ini semakin menurun, misalnya budaya barat yang ditelan secara mentah-mentah – westernisasi – semakin merajalela, model baju yang semakin mini dengan menampakkan paha dan buah dada sering kali terlihat diberbagai media masa dan akibatnya tidak sedikit anak-anak, remaja bahkan orang tua menirunya. Krisis sopan-santun yang lebih parah lagi adalah tindak kriminal yang menyangkut kehidupan manusia, banyak anak yang berani bersikap kasar pada orang tua, mencuri, melacur atau bahkan membunuh. Apabila dicari kambing hitam dari krisis ini, selain masyarakat keluargalah yang patut dipertanyakan, bagaimana mereka mendidik, mengarahkan dan mengawasi perilaku anak-anaknya selama ini. Untuk itu bagaimana metode orang tua dalam mendidik sopan-santun anak akan sangat mempengaruhi perilaku sopan-santun anak selanjutnya, sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi krisis moral bangsa ini.
B.     Penegasan Istilah
Formulasi judul “Analisis Psikologis Metode Pendidikan Sopan-Santun Anak dalam Keluarga” masih merupakan pengertian pengertian yang bersifat abstrak dan luas. Untuk itu perlu dijelaskan dalam definisi operasional agar dihindari bias pengertian dan perbedaan interpretasi yang merusak konsistensi topik. Oleh karena itu di sini penulis akan memberikan penegasan dan batasannya, sebagai berikut :
1.      Metode pendidikan sopan-santun.
Metode berasal dari kata method dalam bahasa Inggris yang berarti cara. Metode adalah “cara yang paling tepat dan cepat dalam melakukan sesuatu”.[10]
Pendidikan adalah “bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama”.[11]
Sopan-santun secara terminologi berarti “budi pekerti yang baik, peradaban, tata krama, kesusilaan”.[12] Bila merujuk pada bahasa Arab sopan-santun berasal dari kata  أَدَباً  masdar dari kata أَدُبَ yang berarti “sopan berbudi bahasa baik”[13] Sedangkan secara terminologi sopan-santun menurut Dr. Sarlito Wirawan adalah “menghargai orang lain dan tidak melanggar perasaan orang lain dan masyarakat tertentu”.[14] Sedangkan batasan lain adalah adab yang berarti “berbicara dengan omongan yang tepat pada waktu yang tepat, yang berbuat pada waktu dan kondisi yang tepat dan tidak akan berbuat jika tidak tepat waktu dan keadaan”.[15] Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sopan-santun adalah suatu sikap bicara atau berbuat yang sesuai dengan situasi dan kondisi guna menghargai dan tidak melanggar perasaan orang lain dan masyarakat tertentu.
Jadi metode pendidikan sopan-santun adalah cara yang digunakan oleh pendidik untuk mendidik sikap bicara atau berbuat (tingkah laku) anak yang sesuai dengan situasi dan kondisi guna menghargai dan tidak melanggar perasaan orang lain dan masyarakat tertentu.
2.      Anak
Anak adalah “seorang individu diantara kelahiran dan masa pubertas, atau seorang individu diantara masa kanak-kanak (masa pertumbuhan, masa kecil) dan masa pubertas”.[16]
3.      Keluarga
Keluarga adalah merupakan unit sosial terkecil yang bersifat universal, artinya terdapat pada setiap masyarakat di dunia. Dan bentuk keluarga sendiri ada keluarga kecil yang terdiri dari bapak, ibu dan anak-anak yang dilahirkan, dan keluarga besar yaitu keluarga yang keanggotaannya selain bapak, ibu dan anak ada kerabat lain separti kakek, nenek, paman, bibi, ipar atau bahkan pembantu rumah tangga yang tinggal dalam satu rumah. Yang dimaksud keluarga dalam tulisan ini adalah keluarga besar (extended family).[17]
Berdasarkan penegasan istilah tersebut di atas dapat ditegaskan bahwa maksud dari judul di atas adalah mencari dan mengkaji lebih jelas metode pendidikan sopan-santun yang sesuai dengan psikologi anak dan dapat diterapkan dalam keluarga.

Cara Membersihkan Temporary File Internet dan System agar lebih stabil



Sebuah aplikasi sering menyimpan cache temporary di dalam folder yang tersembunyi, sering kali jika kita menginstal aplikasi pasti masih menyisakan temporary yang semakin lama menumpuk di dalam komputer dan mengurangi space drive, dan memenuhi drive tersebut yang akibatnya komputer semakin lemot dan sering hang.

Nah di sini saya akan membagikan tips bagaimana menghapus temporary dengan aplikasi yang namanya sudah kita kenal yaitu CCleaner.


  1. Download software Ccleaner di sini → http://www.piriform.com/ccleaner/download/standard
  2. Install kemudian buka software Ccleaner
  3. Setelah itu langsung jalankan saja software tersebut dengan menekan tombol 'Run Cleaner'
Selain menggunakan software di atas, anda bisa membersihkan file temporary internet melalui browser yang anda gunakan.


  • Mozilla firefox → ctrl + shift + delete
    Centangpada 'Cache', ganti time range ke 'Everything', clear now.

  • Google Chrome → ctrl + shift + delete
  • Komputer Game Murah | Cara Memilih Spesifikasi Rakitan Komputer yang Tepat


    Copas dari blog sebelah. Cara  Memilih spesifikasi komputer rakitan yang tepat tidaklah sulit jika kita mengetahui kebutuhan kita sendiri akan komputer. Apakah nantinya komputer tersebut digunakan hanya untuk keperluan office, atau untuk kerja grafis, ataupun untuk keperluan multimedia dan gaming. Jual Komputer Game Murah.

    PC Gaming Intel
    Intel Pentium G3220 Haswell
    Processor : Intel Pentium G3220
    Motherboard : ASRock H81M-DGS
    Hardisk : WDC 500GB SATA
    RAM : Corsair DDR3 2x1 GB
    Casing + PSU : Power Up Basic Value
    LCD : Asus VH168D LED 15.6"
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming Ringan, Office, dll.

    Intel Core i3 Haswell
    Processor : Intel Core i3-4130 3.4 Ghz
    Motherboard : ASRock H81M-DGS
    Hardisk : WDC 500GB SATA
    RAM : Team Elite DDR3 2x2 GB
    Casing + PSU : Power Up Basic Extreme
    LCD : Asus VH168D LED 15.6"
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming Ringan, Office, dll.

    Intel Core i3 Haswell Gaming
    Processor : Intel Core i3-4130 3.4 Ghz
    Motherboard : ASRock H81M-DGS
    Hardisk : WDC 1TB SATA3 64MB
    RAM : Team Elite DDR3 2x2 GB
    VGA : MSI AMD Radeon R7-250
    Casing + PSU : Power Up Basic Extreme + FSP Hexa 400w 80+
    LCD : Asus VH168D LED 15.6"
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming high layar 720p

    [BEST!!!] Intel Core i3 Haswell Gaming + NVIDIA Maxwell
    Processor : Intel Core i3-4130 3.4
    Motherboard : ASRock Z87 EXTREME4
    Hardisk : WDC Blue 1TB SATA3 64MB
    RAM : Corsair DDR3 Vengeance 2x2 GB LP
    VGA : Zotac Geforce GTX 750 Ti
    Casing + PSU : Dazumba D Vito 783 + Corsair VS Series 450W
    LCD : Asus VS239HP 23 Inch
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming 1080p
    Harga Tanpa LCD : Rp 6.703.000

    [BEST!!!] Intel Core i5 Haswell Gaming + NVIDIA Maxwell
    Processor : Intel Core i5-4430 3.0 Ghz
    Motherboard : ASRock Z87 EXTREME4
    Hardisk : SSD Adata SP900 128GB + WDC Blue 1TB SATA3 64MB
    RAM : Corsair DDR3 Vengeance 2x2 GB LP
    VGA : Zotac Geforce GTX 750 Ti
    Casing + PSU : Corsair Carbide 200R + Corsair VS Series 450W
    LCD : Asus VS239HP 23 Inch
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming 1080p
    Harga Tanpa LCD : Rp 9.163.000

    [BEST!!!] Intel Core i7 Haswell Gaming + NVIDIA Maxwell
    Processor : Intel Core i7-4770K 3.5 Ghz
    Motherboard : ASRock Z87 EXTREME4
    Hardisk : SSD Adata SP900 128GB + WDC Blue 1TB SATA3 64MB
    RAM : Corsair DDR3 Vengeance 2x4 GB LP
    VGA : Zotac Geforce GTX 750 Ti
    Casing + PSU : Corsair Carbide 200R + Corsair VS Series 550W
    LCD : Asus VS239HP 23 Inch
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming 1080p
    Harga Tanpa LCD : Rp 11.786.000

    Intel Core i7 Haswell Gaming Xtreme
    Processor : Intel Core i7-4770K 3.5 Ghz
    Motherboard : ASRock Z87 EXTREME4
    Hardisk : Adata SP900 128GB + WDC Black 3TB SATA3 64MB
    RAM : Corsair DDR3 Dominator Platinum PC17000 8GB
    VGA : Gigabyte Geforce GTX780 Ti 3096MB DDR5
    Casing + PSU : Corsair Carbide 500R Black + Corsair RM Series 1000W Full Modular
    LCD : Asus VS239HP - 23 Inch Full HD
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    HSF Cooler :  Corsair Hydro Series H60 Water Cooler
    Fungsi : Gaming Full HD
    Harga simulasi : Rp 26,500,000

    PC GAMING AMD
    AMD Richland A4-4000
    Processor : AMD Richland A4-6300
    Motherboard : ASRock FM2A55M-VG3
    Hardisk : WDC Blue 1TB SATA3
    RAM : Team Elite Dual Channel 4GB (2x2GB)
    Casing + PSU : Dazumba D Vito 783 PSU 450W
    LCD : Asus VH168D - 15.6 Inch
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming Low

    AMD Trinity A10-5800K
    Processor : AMD Trinity A10-5800K
    Motherboard : MSI FM2-A85XMA-P33
    Hardisk : WDC Blue 1TB SATA3
    RAM : Team Elite Dual Channel 4GB (2x2GB)
    Casing + PSU : Dazumba D Vito 783 PSU 450W
    LCD : Asus VH168D - 15.6 Inch
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming Medium-High

    AMD Vishera FX-6300 6 Core Gaming
    Processor : AMD Vishera FX-6300 3.5Ghz
    Motherboard : ASRock 970 Extreme 3
    Hardisk : WDC 1TB SATA3 64MB
    RAM : Team Dual Channel 4GB (2x2GB)
    VGA : MSI AMD Radeon R7-250
    Casing + PSU : Dazumba D Vito 783 + FSP Hexa 400w 80
    LCD : Asus VS197DE - 18.5 Inch
    DVD : Lite On DVD RW 24X SATA
    Fungsi : Gaming High 760p

    Cara Memilih Rakitan Komputer :
    1. Tentukan untuk apa komputer tersebut. Komputer untuk keperluan sederhana seperti office tidak membutuhkan spesifikasi yang terlalu tinggi. Kemudian komputer dengan kebutuhan menengah untuk multimedia membutuhkan spesifikasi yang baik. Sedangkan untuk komputer game, dibutuhkan spesifikasi yang sangat tinggi. Terlebih jika komputer tersebut digunakan untuk keperluan editing, maka dana pun juga harus tinggi untuk memenuhi kebutuhan komponen yang mahal.
    2. Pilih jenis processor, ada banyak sekali processor baik dari AMD maupun Intel. Pilih sesuai kebutuhan dan budget anda. Gunakan minimal processor dual core untuk komputer dengan penggunaan normal. Processor quad core terbaru untuk keperluan gaming dan editing.
    3. Motherboard, memilih motherboard harus sesuai dengan socket yang dibutuhkan oleh processor. Anda tidak bisa menggunakan sembarang motherboard karena tiap-tiap processor memiliki socket yang berbeda. Pastikan juga Anda memilih motherboard dengan chipset yang sesuai kebutuhan anda, masing-masing motherboard memiliki chipset yang berbeda-beda dan fitur yang berbeda pula tentunya.
    4. Hardisk, merupakan tempat penyimpanan data untuk file-file di komputer anda. Untuk komputer dengan penggunaan normal, gunakan hardisk sata 500 GB agar bisa menyimpan berbagai macam file penting. Kemudian untuk kebutuhan gaming dan editing, gunakan hardisk berkecepatan tinggi + hardisk berkapasitas besar agar bisa menyimpan beraneka macam game.
    5. Ram. Untuk komputer penggunaan normal, gunakan minimal ram sebesar 2 GB
    6. VGA, vga berfungsi untuk menampilkan gambar pada layar monitor anda. Semakin bagus kualitas kartu vga, semakin bagus pula gambar yang dihasilkan. Selain itu, vga dengan spesifikasi tinggi sangat dibutuhkan untuk menjalankan game-game masa kini. Jika anda membutuhkan komputer dengan penggunaan game sedang, anda bisa menggunakan vga onboard bawaan dari processor terbaru saat ini, misalnya intel haswell dan amd apu kaveri.
    7. Power supply, merupakan jantungnya dari komputer, memilih psu yang tepat sangat dibutuhkan untuk menjaga keawetan komputer anda. Baca juga : Tips Memilih Power Supply
      • komputer office => bisa gunakan psu bawaan casing
      • komputer multimedia => beli psu 400w dengan label 80+ dalam produknya
      • komputer game => membutuhkan psu super untuk bisa mengangkat kebutuhan daya komponennya yang sagat tinggi. Besarnya daya juga tergantung dengan jenis komponen apa yang digunakan, vga, cpu, cooler, beraneka macam komponen tambahan. Silahkan anda berkonsultasi kepada ahlinya
    8. Terakhir, jika anda ingin merakit komputer, anda harus memperhatikan keseimbangan komponennya, jangan sampai anda menggunakan processor core i7 tetapi ramnya hanya 2 GB. membeli vga dengan harga 9 juta rupiah, tetapi anda menggunakan processor dual core 600 ribuan. Jika hal itu sampai terjadi, maka komputer Anda akan bottleneck, yaitu ada beberapa komponen yang macet performanya karena komponen yang lain kurang bisa mendukung. Alhasil ketika komputer anda bisa berjalan (ibaratkan motor) dengan kecepatan 200Mph, akan terpotong menjadi 70Mph karena terjadi bottleneck
    Sumber : https://panduankomputer-laptop,blogspot,com/2013/07/cara-memilih-spesifikasi-rakitan.html


    KEGUNAAN SMART DEFRAG – MEMBUAT PC / WINDOWS LEBIH CEPAT


    Smart Defrag by IObit adalah aplikasi kecil yang dapat dipergunakan sebagai alternatif untuk menyusun kembali berkas-berkas yang ditulis secara acak pada harddisk. Berkas-berkas yang tidak beraturan bisa menyebabkan kinerja komputer melambat dan membuatnya menjadi tidak stabil. 

    Aplikasi ini memberikan solusi untuk memperbaiki keadaan tersebut.

    Perangkat lunak ini memiliki fitur yang sangat sedernaha, namun dengan penawaran harga secara gratis, program ini cukup layak untuk dijadikan perkakas alternatif dalam menata kembali susunan penulisan berkas-berkas yang tidak beraturan pada harddisk

    Aplikasi gratis ini memiliki 5 menu utama, yaitu:

    • Defrag Now
    • Auto Defrag
    • Schedule
    • Options
    • Speed up PC!
    Smart defrag sangatlah penting sebagaimana defrag sendiri itu penting bagi windows , agar windows dapat berjalan dengan lebih cepat karena file-file telah tertata rapi. Dan siap digunakan windows.





    Link DOWNLOAD :  klik download

    Jika link broken / rusak silahkan lapor pada admin nanti akan diperbarui linknya.