© Attention :
“ Demi Kenyamanan Pengunjung kami rekomendasikan menggunakan
Browser ChromeTerima Kasih . . . . .”

INSTRUMEN MANAJERIAL GURU SEKOLAH DASAR




KOMPONEN : 1. STANDAR ISI
NO
INDIKATOR
DESKRIPTOR
SKOR
BUKTI FISIK/ INFORMASI PENDUKUNG
PEROLEHAN SKOR
1
2
3
4
5
6
1
Sekolah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP
4
a.  Struktur Program Sekolah
b.  Jadwal Pelajaran
c.  Program Ekstrakurikuler
d. Pembagian tugas Guru/Tenaga Administrasi


Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSP
3
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 muatan KTSP
2
2






Sekolah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling
Melaksanakan minimal 4 jenis kegiatan layanan konseling
4
a.  Program Layanan Bimbingan dan
b.  SK Penugasan Guru Pembimbing

Melaksanakan 3 jenis kegiatan layanan konseling
3
Melaksanakan 2 jenis kegiatan layanan konseling
2
Melaksanakan 1 jenis kegiatan layanan konseling
1
Sebanyak 6 – 7 mata pelajaran, indikator telah sesuai dengan SK dan KD
2
Sebanyak 4 – 5  mata pelajaran, indikator telah sesuai dengan SK dan KD

1
3
Guru mengalokasikan waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur kepada siswa maksimal 40% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran
Sebanyak 76% 100% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
4
Daftar (Ceklist) guru yang memberikan tugas mandiri terstruktur dan tugas tidak terstruktur

Sebanyak 51% 75 % guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
3
Sebanyak 26% 50% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
2
25 % atau kurang guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur


1
4
Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun silabus sendiri


Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan sendiri oleh guru bersama-sama guru lain dalam satu sekolah/madrasah
4
Dokumen silabus mata pelajaran lengkap yang berlaku satu tahun terakhir dan telah disahkan oleh kepala sekolah

Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan melalui gugus atau Kelompok Kerja Guru (KKG)
3
Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)/Dinas Pendidikan
2
Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan dengan mengadopsi atau mengadaptasi KTSP yang sudah ada
1

KOMPONEN : 2. STANDAR PROSES
NO
INDIKATOR
DESKRIPTOR
SKOR
BUKTI FISIK/ INFORMASI PENDUKUNG
PEROLEHAN SKOR
1
2
3
4
5
6
5
Guru setiap mata pelajaran memiliki Rencana Pelaksa-naan Pembelajaran (RPP) yang dijabarkan dari silabus
Sebanyak 10 atau lebih mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
4
a.  Dokumen RPP setiap guru dan tiap matapelajaran yang telah ditandatangani oleh kepala sekolah berlaku satu tahun terakhir
b.  Daftar cek RPP tiap mapel

Sebanyak 7 – 9  mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
3
Sebanyak 4 – 6  mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
2
Sebanyak 1 – 3  lebih mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus

1
6
Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun RPP

Sebanyak 81% – 100% RPP disusun oleh guru
4
a.  Dokumen RPP tiap mapel satu tahun terakhir
b.  Daftar cek penyusunan RPPoleh guru

Sebanyak 61% – 80 % RPP disusun oleh guru
3
Sebanyak 41% – 60% RPP disusun oleh guru
2
Sebanyak 40% atau kurang, RPP disusun oleh guru

1
7
RPP disusun dengan memperhatikan 6 prinsip penyusunan
Sebanyak 76% — 100% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunan
4
a.  Dokumen RPP tiap mapel satu tahun terakhir
b.  Daftar cek penyusunan RPPoleh guru

Sebanyak 51% — 75% RPP
3
Sebanyak 26% — 50% RPP
2
Sebanyak 25% RPP atau kurang

1
8
Guru melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi 4 persyaratan yang ditentukan
4 persyaratan proses pembelajaran terpenuhi
4
a.  Jadwal tugas mengajar
b.  Data jumlah peserta didik kelas yang mmenjadi tanggungjawabnya.
c.  RPP


3 persyaratan proses pembelajaran terpenuhi
3
2 persyaratan proses pembelajaran terpenuhi
2
1 persyaratan proses pembelajaran terpenuhi
1
9
Guru melaksanakan proses pembelajaran dengan langkah-langkah pembe-lajaran sesuai ketentuan pada Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007
76% - 100% guru melaksanakan proses pembelaran sesuai ketentuan Permendiknas nomor 41 tahun 2007
4
a.  Catatan hasil supervisi akademik
b.  RPP semua mapel

51% - 75% guru melaksanakan proses pembelaran sesuai ketentuan Permendiknas nomor 41 tahun 2007
3
26% - 50% guru melaksanakan proses pembelaran sesuai ketentuan Permendiknas nomor 41 tahun 2007
2
0% - 25% guru melaksanakan proses pembelaran sesuai ketentuan Permendiknas nomor 41 tahun 2007
1
10
Sekolah melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik untuk kelas I — III.
Guru melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan tematik pada seluruh kelas I - III
4
a. Dokumen RPP
b. Hasil Observasi kelas

Hanya di kelas I dan II
3
Hanya di kelas II dan III
2
Hanya di kelas I atau II atau III
1
11
Sekolah melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran untuk kelas IV — VI
Guru melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan mata pelajaran pada seluruh kelas IV – VI
4
a. Dokumen RPP
b. Hasil Observasi kelas

Hanya di kelas V dan VI
3
Hanya di kelas IV dan V
2
Hanya di kelas VI atau V atau IV
1
12
Guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran
76% - 100% guru melakukan penilaian hasil belajar.
4
a.  RPP mapel
b.  Buku Penilaian/Daftar Nilai

51% - 75% guru melakukan penilaian hasil belajar
3
26% - 50% guru melakukan penilaian hasil belajar
2
0 %  - 25% guru melakukan penilaian hasil belajar

1
13
Kepala Sekolah melakukan pemantauan proses pem-belajaran mencakup tahap perencanaan, tahap pelak-sanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran
Mencakup 3 tahap pemantauan, disertai diskusi hasil pemantauan.
4
a.  Dokumen hasil supervisi dan tindaklanjutnya
b.  Buku pemantauan


Mencakup 3 tahap pemantauan, tanpa disertai diskusi hasil pemantauan.
3
Mencakup 2 tahap pemantauan,
2
Mencakup 1 tahap pemantauan,

1
14
Siswa memperoleh penga-laman belajar yang menun-jukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya
Sekolah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar, buku teks, perpustakaan, laboratorium, dan internet
4
Data inventaris/ Koleksi perpustakaan

Fasilitas sumber belajar yang disediakan meliputi bahan ajar, buku teks, perpustakaan dan laboratorium
3
Fasilitas sumber belajar yang disediakan meliputi bahan ajar, buku teks dan perpustakaan
2
Fasilitas sumber belajar yang disediakan meliputi bahan ajar dan buku teks

1
15
Siswa memperoleh penga-laman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial berdasarkan fasilitas sumber-sumber belajar yang disediakan sekolah
Sebanyak 76% — 100% RPP mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan
kemampuan mengenali gejala alam dan sosial
4
a. Silabus matapelajaran terkait
b. Daftar kegiatan ekstrakurikuler
c. RPP mapel IPA dan IPS

Sebanyak 51% – 75% RPP
3
Sebanyak 26% – 50% RPP
2
Sebanyak   1% – 25% RPP

1
16
Siswa memperoleh penga-laman belajar melalui pro-gram pembiasaan untuk mencari informasi/pengeta-huan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar selama satu tahun pelajaran terakhir
Sekolah memfasilitasi kegiatan siswa dengan 5 sumber belajar :(1) bahan ajar, (2) buku teks, (3) perpustakaan, (4) laboratorium, dan (5) internet.
4
a. Data inventaris sumber belajar
b. RPP

Sekolah hanya memfasilitasi 4 sumber belajar
3
Sekolah hanya memfasilitasi 3 sumber belajar
2
Sekolah hanya memfasilitasi 2 sumber belajar
1
17
Siswa memperoleh penga-laman belajar yang menun-jukkan kegemaran
membaca dan menulis
Sebanyak 76% — 100% RPP mata pelajaran memuat
kegiatan pembelajaran membaca dan menulis
4
a. Silabus matapelajaran terkait
b. RPP

Sebanyak 51% – 75% RPP
3
Sebanyak 26% – 50% RPP
2
Sebanyak   1% – 25% RPP
1
18
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan
untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal
Sebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran dikait-kan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
4
a. Silabus matapelajaran terkait
b. RPP

Sebanyak 51% – 75% RPP
3
Sebanyak 26% – 50% RPP
2
Sebanyak   1% – 25% RPP
1
19
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan
untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal dalam satu tahu  terakhir
Sekolah melaksanakan atau memfasilitasi 4 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal
4
a. Silabus matapelajaran terkait
b. Daftar kegiatan ekstrakurikuler
c. Jurnal kegiatan siswa terprogram

Sekolah memfasilitasi 3 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal
3
Sekolah memfasilitasi 2 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal
2
Sekolah memfasilitasi 1 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal

1
20
Dalam satu tahun terakhir, siswa memperoleh penga-laman belajar untuk dapat mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku di lingkungannya
Tidak ada siswa yang melanggar peraturan sekolah
(terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi,
dan lainnya)

4
a. Daftar siswa dan jenis pelanggaran
b. RPP

Kurang dari 5 % siswa yang melanggar
3
Sebanyak 6% – 10 % siswa yang melanggar
2
Sebanyak 11% – 15 % siswa yang melanggar

1
21
Dalam satu tahun terakhir siswa memperoleh penga-laman belajar yang dapat menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara dan tanah air Indonesia
Sekolah mengadakan 4 kali atau lebih kegiatan
yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan
terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia
4
a. Silabus mata pelajaran terkait
b. Daftar kegiatan ekstrakurikuler
c. Jurnal kegiatan siswa terprogram

Sekolah menjalankan 3 jenis dan/atau 3 kali kegiatan yang relevan
3
Sekolah menjalankan 2 jenis dan/atau 2 kali kegiatan yang relevan
2
Sekolah menjalankan hanya 1 jenis dan/atau 1 kali kegiatan yang relevan

1
22
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kebiasaan
hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang
Sekolah tiap pekan menyelenggarakan kegiatan kebersihan
4
a. Silabus mata pelajaran terkait
b. Daftar kegiatan ekstrakurikuler
c. Jurnal kegiatan siswa terprogram

Sekolah tiap bulan menyelenggarakan kegiatan kebersihan
3
Sekolah tiap triwulan menyelenggarakan kegiatan kebersihan
2
Sekolah tiap semester menyelenggarakan kegiatan kebersihan

1
23
Siswa memperoleh penga-laman belajar untuk dapat menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak
Sekolah setiap minggu menyelenggarakan 4 jenis atau lebih kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak
4
a. Silabus mata pelajaran terkait
b. Daftar kegiatan ekstrakurikuler
c. Jurnal kegiatan siswa terprogram

Sekolah melaksanakan 3 kegiatan yang relevan
3
Sekolah melaksanakan 2 kegiatan yang relevan
2
Sekolah melaksanakan hanya 1 kegiatan yang relevan


1
24
Siswa memperoleh penga-laman belajar untuk menghargai keberagaman
agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi pada satu tahun terakhir
Sekolah menyelenggarakan 4 kali atau lebih kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi
4
a. Silabus mata pelajaran terkait
b. Daftar kegiatan ekstrakurikuler
c. Jurnal kegiatan siswa terprogram

Sekolah melaksanakan 3 kegiatan yang relevan pada satu tahun terakhir
3
Sekolah melaksanakan 2 kegiatan yang relevan pada satu tahun terakhir
2
Sekolah melaksanakan hanya 1 kegiatan yang relevan pada satu tahun terakhir


1
25
Siswa memperoleh penga-laman belajar bekerjasama dalam kelompok,tolong- menolong dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya.
Sebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran
menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif
learning)
4
a. Silabus mata pelajaran terkait
b. RPP

Sebanyak 51% – 75% RPP
3
Sebanyak 26% – 50% RPP
2
Sebanyak   1% – 25% RPP


1

26

Siswa memperoleh penga-laman belajar yang menun-jukkan kemampuan meme-cahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari

Sebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran
menggunakan metode pemecahan masalah (problem
solving/problem based learning)

4

a. Silabus mata pelajaran terkait
b. RPP

Sebanyak 51% – 75% RPP
3
Sebanyak 26% – 50% RPP
2
Sebanyak   1% – 25% RPP


1
27
Siswa memperoleh penga-laman belajar dalam berkomunikasi baik lisan
maupun tulisan
Tersedianya (1) kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, (2) laporan hasil kunjungan karya wisata/studi, (3) lapangan, (4) majalah dinding, dan (5) buletin siswa internal sekolah, serta (6) diskusi dan presentasi
4
a. Koleksi perpustakaan
b. Daftar kegiatan siswa terprogram

Sekolah menyediakan 4 – 5 fasilitas di atas
3
Sekolah menyediakan 2 – 3 fasilitas di atas
2
Sekolah menyediakan hanya 1 fasilitas di atas

1
28
Siswa memperoleh penga-laman belajar yang menun-jukkan keterampilan menyi-mak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung
Sekolah menghasilkan 4 karya siswa atau lebih
4
a. Daftar kegiatan ekstrakurikuler
b. Portofolio siswa

Sekolah menghasilkan 3 karya siswa
3
Sekolah menghasilkan 2 karya siswa
2
Sekolah menghasilkan hanya 1 karya siswa
1

KOMPONEN : 4. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
NO
INDIKATOR
DESKRIPTOR
SKOR
BUKTI FISIK/ INFORMASI PENDUKUNG
RESPONDEN
1
2
3
4
5
6
29
Guru mampu berkomunikasi secara efektif dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orangtua, dan masyarakat
bila ada dialog dalam 4 kegiatan : (1) rapat dewan guru, (2) rapat antara guru dengan kepala sekolah, (3) rapat antara guru dengan komite, dan (4) pertemuan antara guru dengan orangtua siswa/masyarakat).
4
Data hasil wawancara
Guru
Bila hanya 3 kegiatan
3
Bila hanya 2 kegiatan
2
Bila hanya 1 kegiatan

1
30
Guru memiliki mmengmateuasai materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
bila sebanyak 76%-100% guru sudah memiliki
4
a.  Data hasil wawancara
b.  Data hasil observasi kelas
Guru
bila sebanyak 51% - 75% guru sudah memiliki
3
bila sebanyak 26% - 50% guru sudah memiliki
2
bila sebanyak  0 % - 25% guru sudah memiliki
1
mempunyai pengalaman mengajar antara 8 – 9 tahun
3
mempunyai pengalaman mengajar antara 6 – 7 tahun
2
mempunyai pengalaman mengajar antara 5 tahun atau kurang
1
KOMPONEN : 8. STANDAR PENILAIAN
NO
INDIKATOR
DESKRIPTOR
SKOR
BUKTI FISIK/ INFORMASI PENDUKUNG
PEROLEHAN SKOR
1
2
3
4
5
6
31
Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada awal semester yang berjalan
Sebanyak 76% — 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
4
Data hasil wawancara

Sebanyak 51% — 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
3
Sebanyak 26% — 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
2
Sebanyak 25% atau kurang guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
1
32
Teknik penilaian yang ada pada silabus telah sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD)
Sebanyak 96% — 100% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
4
Dokumen silabus dan RPP

Sebanyak 91% — 95% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
3
Sebanyak 86% — 90% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
2
Sebanyak 81% — 85% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
1
33
Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
Sebanyak 86% — 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
4
Dokumen silabus, RPP dan Instrumen penillaian

Sebanyak 71% — 85% guru
3
Sebanyak 56% — 70% guru
2
Sebanyak 55% guru atau kurang
1
34
Guru menggunakan berbagai teknik penilaian
Sebanyak 86% — 100% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
4
Dokumen silabus, RPP dan Instrumen penillaian

Sebanyak 71% — 85% guru
3
Sebanyak 56% — 70% guru
2
Sebanyak 55% guru atau kurang
1
35
Guru mengolah/ mengana-lisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
Sebanyak 86% — 100% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
4
a.  Program pengolahan nilai berbasis ICT
b.  Dokumen hasil analisis nilai

Sebanyak 71% — 85% guru
3
Sebanyak 56% — 70% guru
2
Sebanyak 55% guru atau kurang

1
36
Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/ komentar yang mendidik
Sebanyak 86% — 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
4
a.  Lembar penilaian hasil belajar siswa
b.  Data hasil wawancara

Sebanyak 71% — 85% guru
3
Sebanyak 56% — 70% guru
2
Sebanyak 55% guru atau kurang
1
37
Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 86% — 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
4
Buku program perbaikan dan pengayaan

Sebanyak 71% — 85% guru
3
Sebanyak 56% — 70% guru
2
Sebanyak 55% guru atau kurang
1
38
Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah dalam bentuk laporan pres-tasi belajar siswa
Sebanyak 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah
4
Lembar laporan nilai
Buku  Rapor

Sebanyak 95% — 99% guru melaporkan hasil penilaian
3
Sebanyak 90% — 94% guru melaporkan hasil penilaian
2
Sebanyak 85% guru atau kurang melaporkan hasil penilaian
1
39
Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester
Sebanyak 86% — 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
4
Lembar laporan nilai
Buku Rapor

Sebanyak 71% — 85% guru
3
Sebanyak 56% — 70% guru
2
Sebanyak 55% guru atau kurang
1
40
Guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester
Sebanyak 86% — 100% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
4
Lembar laporan nilai
Buku Rapor

Sebanyak 71% — 85% guru
3
Sebanyak 56% — 70% guru
2
Sebanyak 55% guru atau kurang
1






41
Sekolah menerbitkan dan menyerahkan Surat Kete-rangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengikuti Ujian Nasional

Kurang dari 7 hari setelah pengumuman hasil ujian
4
Buku penerimaan ijazah

Antara 8 — 14 hari setelah pengumuman hasil ujian
3
Antara 15 — 21 hari setelah pengumuman hasil ujian
2
Antara 22 hari atau lebih setelah pengumuman hasil ujian
1
42
Sekolah menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan
Kurang dari 7 hari setelah pengumuman hasil ujian
4
Buku penerimaan ijazah

Antara 8 — 14 hari setelah pengumuman hasil ujian
3
Antara 15 — 21 hari setelah pengumuman hasil ujian
2
Antara 22 hari atau lebih setelah pengumuman hasil ujian
1

 Untuk Download File doc ada di bawah ini:













BIMBINGAN KONSELING


A.   Alasan Diperlukannya Bimbingan Konseling di Perguruan Tinggi
Pemberian layanan bimbingan mahasiswa tentunya bukan tanpa dasar ataupun alasan. Diantara problem yang sering dihadapi mahasiswa baik dalam perkembangan studinya ataupun problem pribadi. Pada dasarnya karakteristik utama dari studi pada tingkat ini adalah kemandirian baik dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan pemilihan program studi , maupun dalam pengelolaan dirinya sebagai mahasiswa. Seorang mahasiswa telah dipandang cukup dewasa dalam menentukan atau memilih program studi yang sesuai dengan bakat, minat dan cita – citanya serta mengatur kehidupannya sendiri.
Studi dalam perguruan tinggi lebih ditekankan kemandiriannya, jadi harus banyak belajar sendiri, tanpa diatur, dan diawasi seperti di SMA. Dalam merealisasikan kemandirian tersebut pastinya ada kendala – kendala yang mungkin dihadapi oleh para mahasiswa.  Untuk mengatasi hambatan tersebut diperlukan bimbingan dari para dosen yang dilakukan secara sistematik dan berpegang pada prinsip “Tut Wuri Handayani”.
Problem atau permasalahan yang dihadapi oleh para mahasiswa dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
a.        Problema Akademik
Problema akademik merupakan hambatan  yang dihadapi oleh mahasiswa dalam memaksimalkan belajarnya. Beberapa problema studi yang biasanya dihadapi oleh mahasiswa sebagai berikut:
1)      Kesulitan dalam memilih program studi / konsentrasi / pilihan mata kuliah yang sesuai dengan kemampuan dan waktu yang tersedia.
2)      Kesulitan dalam mengatur waktu belajar disesuaikan dengan banyaknya tuntutan dan aktivitas perkuliahan, serta kegiatan kemahasiswaan lainnya.
3)      Kesulitan dalam mendapatkan sumber belajar dan buku – buku sumber.
4)      Kesulitan dalam menyusun makalah, laporan, dan tugas akhir.
5)      Kesulitan dalam mempelajari buku – buku yang berbahasa asing khususnya bahasa arab dan bahasa asing.
6)      Kurang motivasi atau semangat belajar. Dll
b.        Problema sosial pribadi 
Problema sosial merupakan kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam mengelola kehidupannya dan menyesuaikan diri kehidupan sosial baik di kampus maupun ditempat tinggalnya. Beberapa problema pribadi yang biasanya dihadapi oleh para mahasiswa.
1)      Kesulitan ekonomi / biaya kuliah
2)      Kesulitan berkenaan dengan masalah pemondokan
3)      Kesulitan menyesuaikan diri dengan teman sesam mahasiswa, baik di kampus maupun di lingkungan tempat tinggal.
4)      Kesulitan menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar tempat tinggal, khususnya mahasiswa pendatang.
5)      Kesulitan karena masalah – masalah keluarga
6)      Kesulitan karena masalah – masalah pribadi. dll

MASAIL FIQHIYYAH ( FUNGSI MASAIL FIQHIYAH dalam KEHIDUPAN )

A.  PENDAHULUAN
Berbagai ragam permasalahan yang muncul ditengah-tengah masyarakat, baik yang menyangkut masalah ibadah, aqidah, ekonomi, sosial, sandang, pangan, kesehatan dan sebagainya, seringkali meminta jawaban kepastiannya dari sudut hukum. Dalam kondisi yang demikian, maka berkembanglah salah satu disiplin ilmu yang dinamakan Masail Fiqhiyyah. Berbagai masalah yang dibicarakan dalam ilmu ini biasanya amat menarik, unik dan sekaligus problematik. Hal ini terjadi karena untuk menjawab berbagai masalah tersebut telah bermunculan beragam jawaban yang disebabkan karena latar belakang pendekatan dan sistem pemecahan yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi dalam pengambilan keputusan hukum.
 Studi yang menyangkut berbagai masalah fiqhiyyah tersebut terus berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat sebagai akibat dari kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak hal yang dahulu tidak ada kini bermunculan yang selanjutnya menuntut jawaban dari segi hukum.
 Begitu dekatnya masalah hukum ini dengan kehidupan umat Islam, menyebabkan bidang kajian masalah ini sudah demikian akrab dengan masyarakat dibandingkan dengan studi lainnya seperti tafsir, hadits, ilmu kalam dan sebagainya. Fiqihlah yang paling banyak dikenal dan amat populer di masyarakat Indonesia.
 Kajian terhadap masalah ini sudah demikian lama dan telah melembaga di masyarakat Islam. Kajian terhadap pertumbuhan ilmu fiqh, ushul fiqh dan qawa’id fiqhiyyah sudah amat berkembang. Hal yang demikian terjadi karena adanya perubahan sosial yang berpengaruh terhadap perubahan hukum. Seiring dengan itu, kajian pemikiran hukum Islam dari sudut theologi juga banyak dilakukan para ahli dengan berbagai pendekatan yang digunakan.
 Dalam menghadapi perkembangan masyarakat yang semakin modern, telah muncul berbagai masalah di sekitar, transplantasi organ tubuh dan masih banyak yang lainnya, yang mana mau tidak mau akan mendorong para pakar hukum untuk mencarikan pemecahannya secara komprehensif dan utuh.
Dengan menggunakan berbagai pendekatan seperti metode istihsanistiqro’, atau ijma’ dan qiyas, maka para pakar hukum Islam, termasuk dari Indonesia telah melakukan upaya jawaban hukum terhadap berbagai masalah yang berkembang.
Karena itu masail fiqhiyyah yang bermunculan merupakan hal yang baru bagi umat islam, dan memiliki fungsi-fungsi yang urgen bagi masyarakat baik yang mendalami ilmu fiqh maupun yang tidak.
B.  PERMASALAHAN
1.    Apa fungsi masail fiqhiyah dalam kehidupan?

PILAR – PILAR KEBUDAYAAN ISLAM

PERIODE MAKKAH - MADINAH

I.        PENDAHULUAN
Pada Abad keenam Masehi, Makkah adalah kota besar yang sedang berkembangan. Karena letak greografis yang srategis, Makkah menjadi tempat persinggahan para kafilah dagang yang datang dan pergi ke pusat perniagaan. Sejak lama di Makkah telah tersedia segala fasilitas perniagaan termasuk rumah-rumah penginapan bagi para saudagar yang singgah di sana.1
Komunitas penduduk Arab Makkah ketika itu menganut agama yang bermacam-macam antara lain yang terkenal adalah penyembahan terhadap berhala (paganisme). Namun demikian adapula yang masih menganut dengan agama Masehi dan Yahudi.
Agama Masehi ini banyak dianut oleh penduduk yang banyak berasal dari Yaman, Najran dan Syam. Sedangkan agama Yahudi banyak dianut oleh para imigran dari Yasrib. Di samping itu ada pula agama Majusi yang dianut oleh orang Persia.
Demikianlah keadaan bangsa Arab menjelang lahirnya Muhammad yang membawa ajaran Islam ditentang masyarakat yang biasa disebut dengan masyarakat zaman jahiliyyah, yaitu zaman kegelapan atau kebodohan dalam hal moral dan etika, bukan dalam hal lainnya seperti ekonomi perdagangan dan sastra. Sebab, dalam hal perekonomian dan sastra bangsa Arab telah mencapai perkembangan yang pesat.
Makkah bukan saja menjadi pusat perdagangan lokal, tetapi menjadi jalur perdagangan dunia yang terpenting. yang menghubungkan antara Utara (Syam) dan selatan (Yaman) antara Timur (Persia) dan Barat (Abensia dan Mesir). Dalam bidang sastra, mereka sangat menaruh perhatian terhadap sastra, dan para sastrawan diakui kredibilitas oleh bangsa Arab ketika itu. [1]
II.     RUMUSAN MASALAH
Dari pendahuluan diatas dapat kami ambil beberapa permasalahan diantaranya:
1.      Bagaimana kondisi sosial bangsa arab pada periode Makkah - Madinah?
2.      Bagaimana kondisi perekonomian pada masa Rasullullah (Periode Makkah –Madinah)
3.      Bagaimana kondisi politik pada masa Rasulullah (Periode Makkah –Madinah)