© Attention :
“ Demi Kenyamanan Pengunjung kami rekomendasikan menggunakan
Browser ChromeTerima Kasih . . . . .”

Pengaruh Keluarga Tingkat Ekonomi Rendah Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 01 Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Tahun Pelajaran 2004/2005

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pendidikan agama merupakan sarana atau wadah yang penting menuju terbinanya manusia yang Islami dan beriman, berakhlak mulia sehingga nantinya generasi muda akan mampu melanjutkan pembangunan bangsa dan berbudi pekerti yang luhur.
Pada dasarnya pendidikan adalah investasi yang akan memberikan hasil sepanjang hidup manusia.[1] Pendidikan merupakan karya manusia yang cukup komplek. Pendidikan berdimensi banyak, yang dimulai dari individu atau si terdidik, masyarakat, termasuk keluarga dan negara.[2] Dimana kesemuanya itu berkepentingan dan mempunyai saham dalam penentuan dan pengembangan dari dimensi-dimensi tertentu tentang pendidikan.
 Dalam hal ini Pendidikan Agama Islam bertugas sebagai upaya membimbing, mengarahkan dan membina anak didik yang dilakukan secara terencana agar terbina suatu kepribadian yang utama, berakhlakul karimah, serta sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.[3] Oleh sebab itu, Pendidikan Agama Islam sangat berpengaruh pada perkembangan anak didik.
 “Kedudukan strategi usaha-usaha pembangunan di bidang agama sedikitnya dapat ditinjau dari dua segi: Pertama, dari kedudukannya sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan nasional. Kedua, dari segi kedudukannya sebagai bagian penting dari sektor agama yang merupakan bagian integral dari pembangunan nasional secara keseluruhan.”[4]    

Keluarga mempunyai peranan yang sangat penting sekali dalam pendidikan akhlak untuk anak-anak sebagai instuisi yang mula-mula sekali berinteraksi dengannya, oleh sebab itu mereka mendapat pengaruh daripadanya atas segala tingkah lakunya. Maka dari itu keluarga sangat dibutuhkan peranannya dalam wujud keberhasilan Pendidikan Agama Islam bagi individu siswa itu sendiri. 
Berangkat dari pendapat diatas, penulis mencoba membahas tentang Pendidikan Agama Islam dalam keluarga. Hal ini sesuai dengan pendapat Prof. DR. Zakiah Daradjat, yaitu:
“Orang tua adalah pembina pribadi yang utama dalam hidup anak, kepribadian orang tua, sikap dan cara hidup mereka, merupakan unsur-unsur pendidikan yang tidak langsung, yang dengan sendirinya akan masuk dalam pribadi anak yang sedang bertumbuh.”[5]Jadi disini, pengaruh orang tua maupun keluarga sangat besar pada setiap perkembangan anak, bahkan terhadap keyakinan agamanya, karena keluarga adalah institusi pendidikan utama untuk membentuk generasi dan membangun pemuda. Keluarga adalah lingkungan pertama dimana manusia hidup dan mendapatkan bimbingan.[6] Dengan demikian manusia muslim yang telah mendapatkan Pendidikan Islam itu harus mampu hidup didalam kedamaian dan kesejahteraan sebagaimana yang diaharapkan cita-cita Islam.[7]      

Berangkat dari pemikiran dan fenomena di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai “Pengaruh Keluarga Tingkat Ekonomi Rendah Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 01 Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Tahun Pelajaran 2004/2005”.
B.     Ruang Lingkup/Identifikasi Masalah
Mengingat terbatasnya ruang dan waktu baik yang ada pada narasumber maupun penulis serta keterbatasan kemampuan penulis pula, maka perlu adanya identifikasi masalah dalam penelitian ini,yaitu:
1.      Untuk variabel bebas, (Keluarga Tingkat Ekonomi Rendah) dengan beberapa indikator yaitu:  jenis pekerjaan, pendapatan dan penghasilan keluarga, kegiatan yang dilakukan keluarga untuk menunjang bidang studi Pendidikan Agama Islam.
2.      Untuk variabel terikat, (Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Tahun Pelajaran 2004/2005) dengan beberapa indikator yaitu: Prestasi belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam, kegiatan yang berkenaan dengan Bidang Studi Pendidikan Agama Islam, Sistem dan Metode Pendidikan Agama Islam.  

C.    Penegasan Istilah

Untuk menghindari salah pengertian dan penafsiran dalam penggunaan istilah, maka perlu penegasan istilah yang digunakan dalam judul skripsi ini, penegasan istilah ini dimaksudkan pula untuk membatasi ruang lingkup permasalahan yang akan dibahas. Adapun istilah-istilah yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:
1. Pengaruh mempunyai arti daya yang ada atau timbul dari sesuatu, orang, benda, dan sebagainya.[8]
2. Keluarga berarti suatu lembaga kehidupan asasi dan alamiyah yang secara pasti alamiyah dalam suatu kehidupan manusia.[9]
3. Tingkat dalam bahasa Inggris adalah “layer” yang berarti lapis atau jenjang.[10]
4. Ekonomi dalam bahasa Arab dinamakan Mu’amalah Maddiyah yaitu aturan-aturan tentang pergaulan dan perhubungan manusia mengenai kebutuhan hidupnya, lebih tepat lagi disebut iqtishad yang berarti mengatur soal-soal penghidupan manusia dengan sehemat-hematnya dan secermat-cermatnya.[11]
5. Rendah mengandung pengertian tingkatan yang paling bawah.          
6. Pendidikan Agama Islam berarti usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membentuk anak didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam.[12]
7. Prestasi Belajar mengandung pengertian hasil yang telah dicapai setelah melalui evaluasi yang diadakan setelah mendapat materi pelajaran.  
8. SMP Negeri 01 Kayen, dalam hal ini adalah yang menjadi obyek penelitian dalam skripsi ini.
D. Rumusan Masalah
Berawal dari latar belakang masalah dan identifikasi masalah sebagaimana penulis uraikan diatas, maka terdapat permasalahan sebagai berikut:
1.      Bagaimana keadaan siswa dari keluarga tingkat ekonomi rendah di SMP Negeri 01  Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati?
2.      Bagaimana prestasi belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 01 Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati?
3.      Sejauh mana pengaruh keluarga tingkat ekonomi rendah terhadap prestasi belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 01 Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati?

E. Tujuan Penelitian

Adapun penelitian ini terdapat tujuan yang hendak dicapai yaitu:
1.      Untuk mengetahui keadaan siswa dari keluarga tingkat ekonomi rendah di SMP Negeri 01  Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.
2.      Untuk mengetahui prestasi belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 01  Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.
3.      Untuk mengetahui pengaruh keluarga tingkat ekonomi rendah terhadap prestasi belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 01  Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati
F.     Hipotesis
Hipotesis yang akan dikemukakan di sini adalah sebagai berikut:
1.      Ada korelasi yang signifikansi antara keluarga tingkat ekonomi rendah terhadap prestasi belajar  bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 01 Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.
2.      Tidak ada korelasi yang signifikansi antara keluarga tingkat ekonomi rendah terhadap prestasi belajar  bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 01 Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.
G.    Metode Penelitian
Untuk mendapat data yang valid dan dapat dipercaya sekaligus dapat dipertanggungjawabkan dalam menyusun skripsi ini, penulis menggunakan beberapa metode yang dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
1.        Populasi penelitian dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.[13]
Dalam penelitian ini, yang menjadi populasi adalah semua siswa SMP Negeri 01 Kayen yang notabene berasal dari keluarga tingkat ekonomi rendah, disini penulis mengambil data dari siswa/siswi yang mendapat dana BKM (Bantuan Kesejahteraan Murid), adapun seluruh populasinya 211 siswa. Untuk mengatasi jumlah yang begitu besar, maka penulis hanya akan mengambil sebagian saja tanpa mengurangi arti dari keseluruhannya. Dalam hal ini, penulis menggunakan tehnik sampling mengenai pengambilan sampel, Suharsimi Arikunto memberi gambaran sebagai berikut:
“Apabila subyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 % atau lebih.”[14]
Oleh karena itu penulis mengambil sampel 20 % dari jumlah populasi, yaitu 50 siswa.   
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan tehnik random sampling yaitu pengambilan sampling secara random atau tanpa pandang bulu.[15] Dimana individu-individu dalam populasi diberi kesempatan yang sama yang ditugaskan menjadi anggota sampel.
2.        Metode Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan dua sumber yaitu:
a.       Library Research
Yaitu mendapatkan data dengan jalan membaca buku-buku yang ada relevansinya dengan permasalahan yang dibahas. Penelitian ini menurut Suharsimi Arikunto akan menghasilkan suatu kesimpulan tentang gaya bahasa buku, illustrasi dan sebagainya.[16]
Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang bersifat teoritis dari beberapa teori atau landasan-landasan yang dipergunakan untuk pegangan dalam penyusunan landasan teori.  
b.      Field Research
Yaitu pengumpulan data dalam research yang dilakukan di kancah atau medan terjadinya gejala-gejala.[17]
Untuk mendapatkan data tersebut penulis menggunakan metode sebagai berikut:  
1.      Metode Observasi
Tehnik observasi merupakan tehnik penelitian terhadap suatu masalah dengan menggunakan alat panca indera mengenai gejala pada penelitian. Seperti dijelaskan oleh Prof. DR. Winarno Surahmad:
“Bahwa observasi memungkinkan penyelidik mengamati dari dekat gejala penyelidikan, dalam hal ini penyelidik mengambil jarak sebagai pengamat semata-mata atau dapat pula melibatkan diri di dalam situasi yang diselidiki”.[18]
Adapun alasan menggunakan observasi ini adalah agar penulis secara langsung dapat mengetahui tentang gejala atau peristiwa yang diamati yaitu pengaruh keluarga tingkat ekonomi rendah terhadap prestasi belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 01 Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. 
2.      Metode Angket/Quesioner
Metode angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui.[19]
Bentuk angket yang digunakan adalah tipe pilihan atau sering dikatakan dengan angket tertutup, artinya bila item pertanyaan pada angket itu juga disertai kemungkinan juga jawabannya, sehingga responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang dinilai paling sesuai.[20]
Angket ini penulis pergunakan untuk memperoleh data atau informasi tentang pengaruh keluarga tingkat ekonomi rendah terhadap prestasi belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 01 Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. 
3.      Metode Interview
Metode interview adalah mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden.[21]
Dalam interview ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi yang konkrit, tentang sesuatu yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
4.      Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah menyelidiki benda-benda tertulis, seperti buku-buku, majalah, dokumen peraturan-peraturan, notuluen, rapat catatan harian dan sebagainya.
Metode ini merupakan laporan tertulis dari suatu peristiwa, yang seisinya terdiri dari penjelasan dan pemikiran terhadap peristiwa itu dan ditulis dengan sengaja untuk menyimpan atau menerangkan keterangan mengenai peristiwa-peristiwa tersebut.[22]
H.    Analisis Data
Analisis data adalah usaha yang kongkrit untuk membuat data itu berbicara, sebab betapapun besarnya jumlah dan tingginya nilai data yang terkumpul apabila tidak disusun dalam suatu organisasi dan diolah menurut sistematika yang baik, niscaya data itu tetap merupakan bahan-bahan yang membisu seribu bahasa.[23]
Setelah data terkumpul, maka diadakan pengolahan data dengan tahapan analisis sebagai berikut:
1.      Analisis Pendahuluan
Dalam analisa ini digunakan beberapa langkah dengan metode sebagai berikut:
a.       Metode Editing, yaitu meneliti kembali catatan para pencari data untuk mengetahui apakah catatannya itu cukup baik dan segera disiapkan untuk proses berikutnya.[24]
b.      Metode Conding, yaitu untuk mengklasifikasikan jawaban para responden menurut macam-macamnya.[25]
c.       Metode Tabulating, yaitu tabulasi dalam arti menyusun data ke dalam tabel-tabel.[26] Pada langkah ini digunakan untuk menyusun tabel distribusi frekwensi sesuai dengan variabel yang ada.
2.      Analisa Uji Hipotesa
Dalam analisis uji hipotesis, digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dengan menggunakan analisa statistik. Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut regresi :
            Y1 = a + bx          
                   








Keterangan:
Y: Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan
a    : Harga Y bila X = 0 (harga konstanta)
b : Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik dan bila (-) maka terjadi penurunan.
X  : Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu.
r   : Koefisien korelasi product mment antara variabel X dengan variabel Y
Sx : Simpangan baku variabel Y
Sy : Simpangan baku variabel X
Kemudian untuk mengetahui korelasi antara keluarga tingkat ekonomi rendah dengan prestasi belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam, maka analisis dilanjutkan dengan rumus product moment sebagai berikut:  
  

Keterangan:
r xy      : koefisien korelasi antara x and y
xy        : koefisien antara variabel x dan y
x          : variabel keluarga tingkat ekonomi rendah
y          : variabel prestasi belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam
N         : jumlah yang dijadikan sampel  
3.      Analisa Lanjut
Setelah diperoleh hasil koefisien antara x dan y, maka langkah berikutnya adalah menghubungkan nilai r ( hasil koefisien korelasi variabel x dan y ), dengan nilai r (pada tabel, baik dalam taraf signifikansi 5 % maupun 1 % ).
Apabila hasil koefisien korelasi tersebut diperoleh sama atau lebih besar dari nilai r yang terdapat dalam tabel, maka hasilnya adalah signifikan, yang artinya ada hubungan yang positif antara variabel x dan y berarti hipotesis yang penulis ajukan dapat diterima.
I.       Sistematika Skripsi
Untuk memudahkan dalam mempelajari dan memahami skripsi ini, akan dibagi menjadi tiga bagian yang masing-masing terdiri dari beberapa bab, yaitu:
Bagian muka terdiri atas: halaman judul, nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, kata pengantar, daftar isi dan daftar tabel.
Bagian isi skripsi yang dalam hal ini terbagi atas bebarapa bab, yaitu:
BAB. I :Pendahuluan, yang terdiri Latar Belakang, Ruang  Lingkup/Identifikasi Masalah, Penegasan judul, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Hipotesis, Metode Penelitian, Analisis Data, Sistematika Skripsi.
BAB. II       : Landasan Teori yang terdiri dari dua sub bab yaitu: sub bab pertama Keluarga tingkat Ekonomi Rendah, yang terbagi atas Pengertian Keluarga Tingkat Ekonomi Rendah, Sumber-sumber Pendapatan Keluarga, Masalah dan Hambatan. Sub bab kedua adalah Pendidikan Agama Islam di sekolah yang terbagi atas Pengertian Pendidikan Agama Islam, Fungsi dan Tujuan Pendidikan Agama Islam, Peranan Pendidikan Agama Islam, Pengaruh Pendapatan Rendah Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam.         
BAB. III       : Sistem Pembelajaran dan Pengajaran Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 01 Kayen Kecamatan Kayen Kebupaten Pati yang terdiri dari dua sub bab yaitu sub bab pertama Keadaan Umum yang terdiri dari Tinjauan Historis, Letak Geografis, Struktur Kepengurusan. Sub bab kedua adalah Pelaksanaan Pengajaran Pendidikan Agama Islam terdiri dari Kurikulum SMP Negeri 01 Kayen Kecanatan Kayen Kabupaten Pati, Sistem dan Metode Pengajaran Pendidikan Agama Islam, Sistem Evaluasi Bidang Studi Pendidikan Agama Islam.
BAB. IV       :  Analisa Data Penelitian yang terdiri dari dua sub bab yaitu sub bab pertama adalah Data Tentang Keluarga Tingkat Ekonomi Rendah di SMP Negeri 01 Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati, Data Tentang Prestasi Belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam. Sub bab kedua adalah Analisa Data Penelitian.
 BAB. V       :  Kesimpulan, saran, dan penutup.
Dan pada bagian akhir skripsi ini terdapat daftar pustaka, daftar  lampiran dan riwayat hidup pendidikan penulis. 


Daftar Pustaka
Imam Barnadib, Pendidikan Perbandingan, Jilid II, Andi Offset, Yogyakarta, 1987.
Alamsyah Ratu Perwiranegara, Pembinaan Pendidikan Agama, Depag RI, Jakarta, 1984.
Muhamad Zuhaili, Pentingnya Pendidikan Islam Sejak Dini, AH. Ba’adillah Press, Jakarta, 2002.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta, 1991.
Cholid, Metodologi Penelitian Sosial, Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, Semarang, 1988. 
Winarno Surahmad, Pengantar Penelitian Ilmiah (Dasar-dasar dan Tehnik), Tarsito, Bandung, 1982.
Sanafiah Feisal, Dasar dan Tehnik Menyusun Angket, Usaha Nasional, Surabaya, 1981.
Masri Sangarimbun, Sofyan Efendi, Metode Penelitian Survei, LP3ES, Jakarta, 1986.
Soetrisno Hadi, Meteodologi Research I, Andi Off Set, Yogyakarta, 1989.
Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Agama, Bulan Bintang, Jakarta, 1970.
M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, PT. Bumi Aksara, Jakarta, 2000.   
Avril, Maaf (Biaya) Pendidikan Memang Mahal, Tabloid Mahasiswa Nuansa, BP2M, UNNES, Edisi. 110/XV/2004.  
Joko el-Qudsy, Krisis Pendidikan Islam (Antara Tantangan dan Peluang), Paradigma, LPM Paradigma, STAIN Kudus, Edisi. 3/Tahun III/Maret 2002.
M. Subana dkk, Statistik Pendidikan, CV. Pustaka Setia, Bandung 2000.
Muhammad Ali, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Pustaka Amami, Jakarta. 
John, M Echols dan Hassan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, PT. Gramedia, Jakarta, 1976.
Abdullah Zaky al Kaaf, Ekonomi Dalam Perspektif Islam, CV. Pustaka Setia, Bandung, 2002. 
M. Noorsyam, dkk, Pengantar Dasar-dasar Kependidikan, Usaha Nasional, Surabaya, 1980. 
Zuhairini, dkk, Metodik Khusus Pendidikan Agama, Usaha Nasional, Surabaya, 1983. 




[1]Avril, Maaf (Biaya) Pendidikan Memang Mahal, Tabloid Mahasiswa Nuansa, BP2M, UNNES, Edisi. 110/XV/2004, hal. 5.  
[2]Imam Barnadib, Pendidikan Perbandingan, Jilid II, Andi Offset, Yogyakarta, 1987, hal. 9.
[3]Joko el-Qudsy, Krisis Pendidikan Islam (Antara Tantangan dan Peluang), Paradigma, LPM Paradigma, STAIN Kudus, Edisi. 3/Tahun III/Maret 2002, hal. 25.
[4]Alamsyah Ratu Perwiranegara, Pembinaan Pendidikan Agama, Depag RI, Jakarta, 1984, hal. 25.
[5]Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Agama, Bulan Bintang, Jakarta, 1970, hal. 56.
[6]Muhamad Zuhaili, Pentingnya Pendidikan Islam Sejak Dini, AH. Ba’adillah Press, Jakarta, 2002, hal. 167.
[7]M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, PT. Bumi Aksara, Jakarta, 2000, hal. 10.   
[8]Muhammad Ali, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Pustaka Amami, Jakarta, hal. 301. 
[9]M. Noorsyam, dkk, Pengantar Dasar-dasar Kependidikan, Usaha Nasional, Surabaya, 1980, hal. 12. 
[10]John, M Echols dan Hassan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, PT. Gramedia, Jakarta, 1976, hal. 350.
[11]Abdullah Zaky al Kaaf, Ekonomi Dalam Perspektif Islam, CV. Pustaka Setia, Bandung, 2002, hal. 19. 
[12]Zuhairini, dkk, Metodik Khusus Pendidikan Agama, Usaha Nasional, Surabaya, 1983, hal. 27. 
[13]Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta, 1991, hal. 103-104.
[14]Ibid, hal. 107.
[15]Cholid, Metodologi Penelitian Sosial, Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, Semarang, 1988, hal. 146. 
[16]Suharsimi Arikunto, Op Cit, hal. 10.  
[17]Soetrisno Hadi, Meteodologi Research I, andi Off Set, Yogyakarta, 1989, hal. 10.    
[18]Winarno Surahmad, Pengantar Penelitian Ilmiah (Dasar-dasar dan Tehnik), Tarsito, Bandung, 1982, hal.165.
[19]Suharsimi Arikunto, Op Cit, hal. 124.
[20]Sanafiah Feisal, Dasar dan Tehnik Menyusun Angket, Usaha Nasional, Surabaya, 1981, hal. 4.
[21]Masri Sangarimbun, Sofyan Efendi, Metode Penelitian Survei, LP3ES, Jakarta, 1986, hal. 146.
[22]Winarno Surahmad, Op Cit, hal. 134. 
[23]Ibid, hal. 109-110.
[24]Koentjoroningrat, Metode-metode Penelitian Masyarakat, Jakarta, 1981, hal. 270.
[25]Ibid, hal. 280.
[26]Ibid, hal. 280. 

INSTRUMEN, VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN PENELITIAN


Instrumen adalah suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis sehingga dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur suatu obyek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel penelitian. Instrumen Penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.
Instrumen yang digunakan untuk mengukur fenomena alam misalnya : Suhu diukur dengan termometer; panjang diukur dengan meteran, berat diukur dengan kilogram, dan sebagainya. Instrumen-instrumen tersebut mudah didapat dan telah teruji validitas dan reliabilitasnya.
Instrumen yang digunakan untuk mengukur fenomena sosial umumnya dan bidang ekonomi dan bisnis khususnya yang sudah baku sulit ditemukan. Untuk itu peneliti harus mampu membuat instrumen yang akan digunakan dalam penelitian. Misalnya bentuk instrumen : 1) Checklist; 2) Pilihan Ganda; 3) Rating Scale; dan sebagainya
Bentuk instrumen yang dipilih antara lain tergantung pada metode pengumpulan data yang akan digunakan seperti : angket (kuesioner), observasi dan wawancara (interview).

Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

Jenis Validitas:
1.      Validitas Isi (Content Validity) : instrumen yang berbentuk test yang sering digunakan untuk mengukur prestasi belajar (achievement) dan mengukur efektivitas pelaksanaan program dan tujuan.
2.      Validitas Konstruk (Construct Validity) : Jika instrumen dapat digunakan untuk mengukur gejala sesuai dengan yang didefinisikan sesuai dengan teori-teori yang relevan.
3.      Validitas yang berkaitan dengan kriteria (Criterion-related Validity) : Terjadi ketika sebuah instrumen membedakan individual pada kriteria yang akan diperkirakan.

Reliabilitas : menunjukkan konsistensi dan stabilitas dari suatu skor (skala pengukuran). Realibilitas berbeda dengan Validitas, karena Reliabilitas memusatkan perhatian pada masalah konsistensi sedangkan Validitas lebih memperhatikan ketepatan.

Stabilitas Ukuran : menunjukkan kemampuan sebuah ukuran (instrumen) untuk tetap stabil.
Reliabilitas Instrumen dapat diuji dengan : 1) Test-retest Reliability; 2) Equivalent / Paralel-form Reliability; 3) Internal Consistency Reliability.
1.      Test-retest Reliability : dengan cara mencobakan instrumen beberapa kali pada responden.
2.      Equivalent/Paralel-form Reliability : adalah pertanyaan dalam bentuk kalimat yang berbeda tapi maksudnya sama.
3.      Internal Consistency Reliability : diuji dengan menganalisis yang ada pada instrumen dengan teknik tertentu.
Penyusunan quesioner
Kuesioner (Questionnaire) : merupakan alat/teknik untuk pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Manfaat/Kegunaan Kuesioner : 1) membantu petugas lapangan (interviewer) dalam pengumpulan data tentang hal-hal yang perlu ditanyakan kepada responden; 2) petugas lapangan bisa secara sistematis dan berurutan dalam mengajukan pertanyaan; 3) pertanyaan yang diajukan kepada responden oleh masing-masing petugas lapangan dapat diseragamkan, sehingga data yang diperoleh bisa diperbandingkan satu sama lainnya.
Prinsip Penyusunan Kuesioner : 1) Prinsip Penulisan Kuesioner; 2) Prinsip Pengukuran; 3) Prinsip Penampilan Fisik.
1.      Prinsip Penulisan Kuesioner. : a) Isi dan tujuan pertanyaan harus relevan; b) Bahasa yang digunakan mudah dipahami; c) Tipe / bentuk pertanyaan : terbuka/tertutup , positif/negatif; d) Pertanyaan tidak boleh mendua (double barreled questions); e) Pertanyaan tidak menggiring responden; f) Tidak menanyakan hal-hal yang sudah lupa; g) Pertanyaan tidak panjang dan berbelit; h) Urutan pertanyaan dari hal yang umum menuju hal yang spesifik atau dari hal yang mudah menuju hal yang sulit; i) Gunakan teknik skala yang relevan, seperti : rating scale (graphic rating scales, itemized rating scale, comparative rating scale); attitude scale (linkert scale, semantic differential).
2.      Prinsip Pengukuran : sebagai instrumen penelitian, maka sebelum kuesioner diberikan kepada responden harus diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dulu.
3.      Prinsip Penampilan Fisik : kuesioner perlu dirancang dan didesain lebih menarik agar responden senang dan serius dalam menjawab/mengisinya.

Jalaluddin Rakhmat, 1995, Metode Penelitian Komunikasi, Bandung: P.T. Remaja Rosdakarya.
Arthur Asa Berger, 2000, Media and Communication Research Methods, Thousand Oaks, London, New Delhi: Sage Publications, Inc.
Bridget Somekh and Cathy Lewin, 2005, Research Methods in The Social Sciences, London, Thousand Oaks, New Delhi: Sage Publications, Inc.
Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, 1989, Metode Penelitian Survai, Jakarta: LP3ES.
Nazir, M. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia
Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah, 2005, Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi, Jakarta: P.T. Radjagrafindo Persada.
·Rachmat Kriyantono, 2006, Teknik Praktis Riset Komunikasi, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

internet gratis menggunakan ssh

sahabat-sahabatku yang berbahagia  ada sedikit tips dan trik untuk berinternet ria, download ria, dan streamingan.
bagi kalian yang sudah mengenal tentang ssh mungkin udah gak asing..  tapi yang belum kenal ssh. ini ku bagikan sedikit trik yg semoga bermanfaat.
#internet gratis
#trik ssh
#internet gratis indosat telkomsel
link download
bitvise  http://goo.gl/kAAS3y
proxyfire https://goo.gl/QI4Ysy
injek https://goo.gl/8PKa2K
selamat mencoba...

UN (ujian nasional) 2016

Jadwal Ujian Nasional ( UN ) 2016


Ujian Nasional UN tingkat SMA/SMK 4 April-6 April 2016 dan tingkat SMP sederajat tanggal tanggal 25 - 28 April 2016 dan juga jadwal Ujian Nasional Online 2016 telah ditetapkan oleh pemerintah dan Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan pada periode tahun ajaran dan kalender pendidikan 2015-2016.

Jadwal lengkap pelaksanaan unas tingkat SMP SMA sederajat tahun 2016 ini telah tercantum dan juga tertuang dalam POS UN 2016 Prosedur Operasional Standar yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Berikut adalah jadwal UN 2016 mendatang :

Nizam selaku Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bahwa materi kisi-kisi-kisi soal ujian nasional 2016 Untuk jenjang SMA bahwa mata pelajaran (unas) yang di-unas-kan tetap enam mapel di masing-masing jurusan.



Kisi-Kisi Soal Materi Ujian Nasional UN SMP/MTS SMA/MA 2016

Seperti informasi yang dikutip dari website bsnp-indonesia.org/id bahwa di dalam rangka penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2015/2016 bahwa Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Indonesia menetapkan Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2015.


Kisi-Kisi Ujian Nasional tahun pelajaran 2014/2015 disusun berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SK/KD) Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang terdiri atas Kisi-Kisi Ujian Nasional SMP/MTs, SMPLB - A, D, dan E (Tunanetra, Tuna Daksa Ringan, dan Tuna Laras).

Berikut ini kisi-kisi soal ujian nasional lengkap update 2016 dari BSNP :

Kisi-kisi ujian paket b-c 2016              
Kisi-kisi ujian Nasional smp 2016
Kisi-kisi Ujian Nasional SMK 2016
Kisi-kisi ujian nasional SMA 2016


Memang ada banyak pertimbangan mengapa pemerintah ingin mengubah sistem Ujian Nasional di Indonesia. Pemerintahan yang baru ini berharap dengan adanya UN Online 2016 ini bisa meningkatkan mutu, menghemat biaya, dan menjamin UN dilaksanakan oleh siswa dengan jujur, bersih, dan fleksibel.

Dalam Ujian nasional yang menggunakan sistem komputer atau 'Computer Based Test' / UN CBT 2016. ini tentu lebih praktis dibandingkan dengan Papper Based Test PBT atau Ujian Nasional Tulis seperti pada tahun tahun sebelumnya.

Untuk itu, mulai sekarang siswa harus familiar dengan komputer. Sehingga kita semua perlu untuk mempersiapkan untuk mengikuti dan melaksanakan Ujian Online SMA SMK 2016 dan Ujian Nasional SMP MTS 2016.

info link : BSNP (Ujian Nasional)